Laporkan Masalah

Model Kemitraan CSR di Industri Hilir Migas

IKA RAHAYU ANGGRAINI, Prof. Dr. Susetiawan, S.U; Bahruddin, S.Sos, M.Sc

2015 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Kemitraan saat ini berkembang menjadi pengarustamaan proses pembangunan dalam skala global. Isu kemitraan dalam tingkat global menekankan bahwa perlu adanya peran pemangku kepentingan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Perusahaan sebagai salah satu bagian dari sektor privat berkontribusi dalam pembangunan melalui program Corporate Social Responsibility. Di Indonesia, partisipasi sektor privat dalam pelaksanaan program CSR dipengaruhi oleh regulasi. Negara melalui regulasi mengatur mengenai pelaksanaan CSR. Terminal BBM Rewulu adalah unit bisnis PT Pertamina (Persero) yang bergerak di hilir migas. Secara kelembagaan unit ini memiliki kewajiban hukum untuk melakukan program CSR. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan cakupan lokasi penelitian tidak terbatas secara geografis wilayah. Informan penelitian adalah pihak-pihak baik lembaga maupun perorangan yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam praktik CSR Terminal BBM Rewulu. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh berdasar wawancara dengan informan sesuai panduan wawancara. Data sekunder adalah dokumen terkait pelaksanaan program CSR. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana praktik kemitraan yang dijalankan oleh Terminal BBM Rewulu dalam pengelolaan program CSR kurung waktu 2012-2014, ditinjau dari aspek perumusan agenda setting, proses implementasi serta identifikasi permasalahan selama kemitraan berlangsung. Kedua adalah bagaimana tipe kemitraan yang dijalankan oleh Terminal BBM Rewulu dalam implementasi program CSR. Hasil penelitian menujukan bahwa terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan program CSR Terminal BBM Rewulu. Pelaksanaan kemitraan dilihat secara umum dan secara rinci dalam setiap program. Secara umum, pada tahap perumusan agenda setting kemitraan diketahui bahwa hubungan yang terjalin antar aktor bersifat bilateral dan bergantung pada kebutuhan program CSR yang dijalankan. Pada proses implementasi kemitraan diketahui bahwa Terminal BBM Rewulu sebagai aktor tunggal. Level partisipasi masyarakat berada dalam kategori tokenisme. Sedangkan pada proses refleksi pelaksanaan kemitraan diketahui bahwa terdapat kendala yang menghambat terjadinya kemitraan, antara lain: perbedaan ekspektasi oleh pihak-pihak yang bermitra, keterbatasan kewenangan personal, sistem pelaksanaan

Recently, partnerships are increasing as mainstreaming issue in global development. Partnership has prominent element of stakeholder participation to create welfare for society. Business sector has contributed it through corporate social responsibility (CSR). In Indonesia, participation of business sectors in CSR is influenced by legal issue. Indonesia’s government was regulated organized implementation of CSR. Terminal BBM Rewulu is downstream operation unit of PT Pertamina (Persero). Its has responsible to commit for CSR Program legally. The research is based on descriptive qualitative research. The research location is unlimited in geography area. The informants are stakeholder, personal and institution, mixed up CSR Program in Terminal BBM Rewulu. The research used primer data and secondary data. The primer data was gained by interviews with informant by using interview guide. The secondary data was gained from CSR Terminal BBM Reluwu’s document. The research question has two main question, i.e.: the first is how to describe practical partnership in Terminal BBM Rewulu during 2012-2014, based on agenda setting aspect, partnership implementation aspect and evaluation partnership process. The second is how to classified practical partnership in Terminal BBM Rewulu. The result is showing two schemes of CSR Program in Terminal BBM Rewulu and devide in two aspec, i.e: global and every single program. According to global aspect, the agenda setting process showing that stakeholder relationship. It is a bilateral and depends on CSR program needs. The partnership implementation is showing that Terminal BBM Rewulu as single actor. Participations level in society is tokenism. The evaluation processes have constrains, i.e.: stakeholder have differences expectation, authority personal limitations of stakeholder, CSR system is not integrated, week communication and differences point of view about partnership.

Kata Kunci : model kemitraan, corporate social responsibility, tokenisme, kemitraan semu, industri hilir migas.

  1. S2-2015-356717-abstract.pdf  
  2. S2-2015-356717-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-356717-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-356717-title.pdf