Laporkan Masalah

Peranan Manajemen Informasi Dalam Mendukung Efektivitas Koordinasi Kebijakan: Analisa Panel dan Rekomendasi Untuk Bank Sentral (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

AULIA HIMAWAN BAIQUNI, Eko Suwardi, Dr., M.Sc.,CMA

2015 | Tesis | S2 Manajemen

Studi ini bertujuan untuk memprediksi efek yang dapat terjadi dari pemindahan fungsi pengawasan bank dari Bank Indonesia kepada OJK terhadap target kebijakan moneter dengan melakukan analisis komparatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari negara-negara maju dan berkembang. Penelitian ini mengumpullan data set dari World Bank’s Development Indicator (WDI) untuk periode 2006-2011. Di dalamnya terdapat berbagai variabel makroekonomi dari perekonomian negara-negara baik negara maju maupun negara berkembang dengan menggunakan sampel 21 negara. Dengan merujuk pada studi penelitian sebelumnya, penelitian ini merumuskan bahwa inflasi ditentukan sebagai fungsi dari consumer price index, money supply, exchange rate, lending rate, GDP per person, fiscal balance, dan faktor eksogen lainnya. Hasil penelitian sejalan dengan teori bagaimana pemisahan fungsi pengawasan perbankan di negara berkembang dapat memiliki dampak negatif terhadap kebijakan moneter yakni risiko kekurangtepatan prediksi mengenai kebijakan moneter akibat minimnya akses informasi yang didapat dari sektor perbankan. Pembangunan infrastruktur informasi dan teknologi serta pengelolaan sistim informasi manajemen amat penting dalam upaya harmonisasi koordinasi dan pertukaran informasi diantara dua lembaga.

This study aims to predict the effects that can occur from the transfer function of bank supervision to the FSA to the Bank Indonesia monetary policy targets by performing a comparative analysis by collecting and analyzing data from developed and developing countries. This study uses collection of the data sets from the World Bank's Development Indicators (WDI) for the period 2006-2011. Inside contains various macroeconomic variables of the economies of both the developed and developing countries using a sample of 21 countries. With reference to previous studies, this study theorized that inflation is determined as a function of consumer price index, money supply, exchange rate, lending rate, GDP per person, the fiscal balance, and other exogenous factors. The results of the research are consistent with the theory that the separation of the functions of banking supervision in developing countries can have a negative impact on monetary policy for instance, inaccuracies in the prediction of the risk of monetary policy as a result of lack of access to information obtained from the banking sector. IT infrastructure development and management information system become more important things in the event of harmonization of coordinating and exchanging the information between two institutions.

Kata Kunci : inflasi, kebijakan moneter, akses informasi, sistim informasi manajemen.

  1. S2-2015-296240-abstract.pdf  
  2. S2-2015-296240-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-296240-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-296240-title.pdf