Laporkan Masalah

Analisis Faktor Risiko Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue dan Status Kerentanan Larva Nyamuk Aedes spp di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam

NOVIA WIRNA PUTRI, Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, SU ; Dra. Susi Iravati, Apt, Ph.D

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi demam akut yang disebabkan oleh empat serotipe virus dari genus Flavivirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes spp yang terinfeksi. Jumlah kasus DBD di Kabupaten Agam cenderung mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2014 terdapat sebanyak 161 kasus DBD yang tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan Lubuk Basung merupakan kecamatan endemis DBD dengan jumlah kasus terbanyak pada tahun 2014 yaitu 91 kasus. Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor risiko yang mempengaruhi penyebaran kasus DBD. Tujuan: Untuk menganalisis faktor risiko lingkungan dan mengetahui gambaran kerentanan larva nyamuk Aedes spp, cluster dan distance index kasus DBD di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan responden sebanyak 81 kasus dan 81 kontrol. Penelitian dilakukan di dua wilayah yang berbeda untuk kelompok kasus dan kontrol di Kecamatan Lubuk Basung. Hasil Penelitian : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah keberadaan tempat penampungan air (TPA) berbasis maya index, kepadatan larva, kepadatan pupa, kebiasaan tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kebiasaan menggantung pakaian, dan kebiasaan tidak menggunakan obat anti nyamuk. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang bermakna terhadap kejadian DBD adalah keberadaan TPA berbasis maya index (p=0,002; OR=3,25; CI 95% = 1,52-6,94), kebiasaan tidak PSN (p=0,006; OR=4,01; CI 95 % = 1,49-10,74), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,010; OR=3,31; CI 95 % = 1,34-8,18), dan kebiasaan tidak menggunakan obat anti nyamuk (p=0,008; OR=3,33; CI 95 % = 1,37-8,11). Kesimpulan : Keberadaan TPA berbasis maya index, kebiasaan tidak PSN, kebiasaan menggantung pakaian, dan kebiasaan tidak menggunakan obat anti nyamuk merupakan faktor risiko kejadian DBD di Kecamatan Lubuk Basung.

Introduction: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an acute febrile infectious disease caused by four virus serotypes of the genus Flavivirus that is transmitted to humans through the bites of infected Aedes mosquitoes. The number of cases in Agam always increased in the last three years. In 2014, 161 cases were reported in 12 districts. Lubuk Basung District is a DHF endemic with the most number of cases, namely 91 cases. Environmental factors is one of the risk factors affecting the incidence of DHF. Purpose: To analyze the environmental risk factors and to determine a description susceptibility of Aedes larvae, cluster and distance index case DHF in Lubuk Basung District. Method: The study is an observational analytic with case-control design. The sample size was 81 cases and 81 control. The research was conducted in the Lubuk Basung District is divided into two areas, those are: control area and case area. Result: Bivariate analysis result showed that water reservoirs based maya index, the density of larvae and pupae, the habit of not conducting mosquito's nest eradication, the habit of hanging clothes, and the habit of not using mosquito repellent had a significant correlation with incidence of dengue. The multivariate analysis found that water reservoirs based maya index (p=0,002; OR=3,25; 95% CI = 1,52-6,94), the habit of not conducting mosquito's nest eradication (p=0,006; OR=4,01; 95 % CI = 1,49-10,74), the habit of hanging clothes (p=0,010; OR=3,31; 95 % CI = 1,34-8,18), and the habit of not using mosquito repellent (p=0,008; OR=3,33; 95 % CI= 1,37-8,11) had a significant correlation with incidence of dengue. Conclusion: Water reservoirs based maya index, the habit of not conducting mosquito's nest eradication, the habit of hanging clothes, the habit of not using mosquito repellent were risk factor of DHF in Lubuk Basung District.

Kata Kunci : Demam berdarah dengue, faktor risiko lingkungan, kerentanan larva, analisis spasial

  1. S2-2015-354038-abstract.pdf  
  2. S2-2015-354038-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-354038-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-354038-title.pdf