Analisa Keputusan Merger pada Perusahaan A dan Perusahaan B
YUDHI NOVI, Mahfud Sholihin, SE., Ak., M.Acc., Ph.D
2015 | Tesis | S2 ManajemenPerusahaan Z merupakan produsen dan pemasok global terkemuka dari produk-produk pipa baja dan jasa-jasa yang berhubungan kepada industri energi dunia dan pemakaian industrial lainnya. Pelanggan-pelanggan dari Perusahaan Z dan anak-anak perusahaannya adalah perusahaan-perusahaan minyak dan gas bumi terkemuka di dunia serta perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam konstruksi tambang, transportasi, dan pengolahan minyak dan gas bumi, serta fasilitas pembangkit listrik. Perusahaan A adalah perusahaan yang berdiri dan beroperasi di Singapura dengan kegiatan utama terdiri dari pembelian dan penjualan pipa besi dan baja (seamless dan welded), dan produk lainnya. Perusahaan B adalah perusahaan yang berdiri dan beroperasi di Singapura dengan kegiatan utamanya adalah mengkoordinasikan aktifitas manufaktur anak perusahaannya di Indonesia serta mempromosikan dan mendistribusikan produk dan jasa anak perusahaannya pada perusahaan-perusahaan minyak dan gas bumi di Asia Pasifik. Produk dan jasa yang ditawarkan meliputi jasa pengulir pipa besi dan baja (seamless dan welded) serta penjualan aksesoris yang kemudian dipasang pada pipa besi dan baja yang digunakan dalam industri minyak dan gas bumi. Sejak diakuisisinya induk perusahaan B secara tidak langsung oleh perusahaan Y melalui anak perusahaannya, manajemen perusahaan Z merasa operasi bisnis di Singapura menjadi tidak efisien karena terdapat dua perusahaan yang bergerak di bidang yang saling mendukung, namun dijalankan oleh manajemen dan personel yang berbeda, sehingga terdapat duplikasi dalam hal kegiatan operasional perusahaan dan biaya. Manajemen perusahaan Z mempertimbangkan untuk menggabungkan kedua perusahaan dengan tujuan utama adalah efisiensi dan meningkatkan kinerja keuangan melalui sinergi yang dapat meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya dalam bentuk vertical integration. Perusahaan Z mempertimbangkan apakah sebaiknya merger ini dilaksanakan dan siapa yang sebaiknya menjadi survivor company setelah merger. Masing-masing perusahaan memiliki kelebihan dan kekuranngan masing-masing. Perusahaan A memiliki brand perusahaan Z yang kuat dan memiliki captive market yang besar dari pelanggan perusahaan Z. Sedangkan perusahaan B memiliki Major Exporter Scheme (MES) yang dapat membantu arus kas mereka. Atas analisa yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa merger kedua perusahaan dapat mencapai sinergi yang meliputi sinergi keuangan melalui pengurangan biaya, hilangnya manajemen yang tidak efektif dan memakan biaya, serta adanya kemampuan perusahaan untuk menawarkan produk dan jasa yang terintegrasi. Dan untuk memaksimalkan nilai perusahaan secara konsolidasi, merger perusahaan A dan perusahaan B sebaiknya tetap dilakukan. Dari dua opsi pelaksanaan merger, sebaiknya perusahaan mengambil opsi dimana perusahaan A melebur ke perusahaan B, karena walaupun opsi ini membutuhkan biaya rebranding, namun terdapat penghematan GST yang jauh lebih besar.
Company Z is a leading global manufacturer and supplier of steel pipe products and related services to the world energy industry and other industrial usage. Customers of Company Z and its subsidiaries are companies in oil and gas industry as well as the world's leading companies engaged in mine construction, transportation, and processing of oil and gas, and power generation facilities. Company A is established and operates in Singapore with main activities consist of the purchase and sale of iron and steel pipe (seamless and welded), and other products. Company B is established and operates in Singapore with its main activity is to coordinate the manufacturing activities of its subsidiaries in Indonesia and to promote and distribute products and services to oil and gas companies in Asia Pacific. Products and services offered include threading services for iron and steel pipe (seamless and welded) and sales of accessories which are then mounted on iron and steel pipes used in oil and gas industry. Since the acquisition of the parent company B indirectly through its subsidiary company Y, management of company Z felt that operations in Singapore is inefficient because there are two companies that are engaged in a mutually supportive, but run by different management. Management of companies Z consider merging the two companies with the main goal is efficiency and improve financial performance through synergies that can increase revenue and decrease costs in the form of vertical integration. Company Z is considering how the merger should be implemented and who should be the survivor company after the merger. Each company has its own advantages and disadvantages. Company A has a strong brand and has a large captive market from company Z. While company B has a Major Exporter Scheme (MES) that can help their cash flow. After analyzing, it is concluded that the merger of the two companies can achieve synergies which include financial synergies through cost reduction, loss of ineffective management and costs, as well as the company's ability to offer integrated products and services. And to maximize the value of the company's consolidation, company A and company B should be merged. From the two merger options, the company should take the option where company A merges to company B, because although this option requires rebranding costs, but there is bigger GST savings.
Kata Kunci : merger, efficiency, vertical integration