Laporkan Masalah

PENYUSUNAN, PEMBAKUAN DAN PENERAPAN DAFTAR TUTUR KATA BAHASA INDONESIA SEBAGAI UJI PENGUCAPAN PADA OKLUSI KLAS I ANGLE (Kajian Pada Anak Umur 9-12 Tahun)

DRG. RINALDI BUDI UTOMO, MS, SP KGA, Prof.Dr.drg.Iwa Sutardjo RS,SU,SpKGA(K); Prof.Drs.Soepomo Pudjo Sudarmo,PhD; Prof.Ir.Sunarno,M.Eng,PhD; Prof.(emer).Dr.dr.Soewito.A,SpTHT(K)

2015 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran Gigi

Gigi merupakan salah satu organ bicara dalam rongga mulut, dengan adanya susunan dan kontak oklusi yang bervariasi akan berpengaruh terhadap frekuensi suarapengucapan, sehingga ketidak tepatan pengucapan dapat terjadi.Oklusi Klas I Angel mempunyai kedudukan kontak oklusi yang dianggap netral, tetapi juga memiliki variasi kelainan berjejal, protusif dan rotasi.Periode gigi bercampur merupakan periode yang sangat kritis untuk terjadinya kelainan pada kondisi gigi geligi maupun suara yang diucapkan, terutama pada anak umur 9 -12 tahun, baik dialami pada anak laki-laki maupun perempuan.Bahasa Indonesia memiliki huruf atau fonem lengkap dan di dalamnya mengandung vokal dan konsonan yang dapat diterapkan sebagai alat uji pengucapan. Tujuan penelitian ini adalah menyusun dan membakukan daftar tutur kata bahasa Indonesia yang valid dan reliabel sebagai alat uji pengucapan dan penerapannya untuk membuktikan secara obyektif bahwa anak umur 9-12 tahun dengan oklusi klas I Angle variasi kelainan berjejal, protrusif dan rotasi mengalami ketidaktepatan pengucapan. Penelitian dilakukan 2 tahap, penelitian tahap pertama adalah epidemiologi diskriptif, untuk identifikasi, menyusun dan membakukan kata sebagai daftar tutur kata bahasa Indonesia. Subyek penelitian adalah sejumlah 3000 anak yang mewakili seluruh anak di sekolah dasar di Daerah istimewa Yogyakarta. Penelitian tahap II adalah epidemiologi analitik dengan rancangan cross sectional, untuk penerapan alat uji pengucapan daftar tutur kata bahasa Indonesia yang telah disusun dan dibakukan. Jumlah subyek penelitian sebanyak144 anak dari 24 kelompok berdasarkanumur 9-12 tahun, mempunyai kontak maloklusi Klas I Angle dengan variasi berjejal, rotasi, protrusi dan 6 anak kondisi oklusi netroklusi sebagai benchmarcking pada anak laki-laki dan perempuan. Untuk menerapkankatasebagai daftar tutur kata bahasa Indonesia sebagai alat uji pengucapan dengan jalan mengukur frekuensi suara dominan pada pengucapan kata sebagai dasar penerapan. Hasil penelitian tahap I dapat disusun dan dibakukan 20 kata daftar tutur dalam bahasa Indonesia sebagai alat uji pengucapan. Hasil penelitian tahap II uji analisis pengucapan daftar tutur kata bahasa Indonesia didapatkan perbedaan frekuensi suara dominan yang signifikan pada pengucapan 20 kata daftar tutur bahasa Indonesia antara kondisi maloklusi klas I Angle dengan variasi kelainan berjejal, protrusif dan rotasi pada anak laki-laki dan perempuan dari subyek penelitian berusia 9, 10, 11 dan 12 tahun dengan signifikansi p < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah dapat disusun dan dibakukan 20 kata daftar tutur bahasa Indonesia yang valid dan reliabel sebagai alat uji pengucapan yang disebabkan adanya susunan gigi geligi yang mengalami kelainan oklusi. Penerapan 20 kata daftar tutur bahasa Indonesia sebagai uji pengucapan secara obyektif terbukti bahwa susunan gigi geligi yang mengalami kelainan oklusi akan mengalami ketidak tepatan pengucapan.Kata /takjub/ hanya tepat diucapkan pada anak perempuan umur 12 tahun variasi kelainan protrusif dengan frekuensi suara tertinggi 1393.93Hz �± 299.74,sedang kata /yodium/ hanya tepat diucapkan pada anak perempuan umur 12 tahun variasi kelainan berjejal dengan frekuensi suara terendah 500.53Hz �± 41.49. Anak laki-laki umur 10 tahun variasi kelainan berjejal dengan frekuensi suara tertinggi 1018,90Hz�±238,18 kata yang tepat diucapkan /habitat/, sedang anak laki-laki umur 12 tahun variasi kelainan protrusif dengan frekuensi suara terendah 733,47Hz�±108,50 kata yang tepat diucapkan /bakteri/.

Teeth is one of speaking organs which are located inside the oral cavity, with the arrangement and variation of the occlusion contact will influence the frequency of pronounciation, so the abnormality of pronunciation may occur. Angle class I occlusion is characterized by various crowded, protrusive and rotated teeth. Mixed teeth periode is one critical time to the occurrence of teeth arrangement and voice producing abnormality. This golden periode reached its peak in the age of 9-12 years, equally both sexes. Bahasa Indonesia has a complex alphabet or phoneme set, which has included vowel and consonant. List of Indonesia words is needed as a tool of speech accuracy test.The purpose of this research was to find a list of Indonesian words which each valid and reliable as a tool of speech accuracy test and applied to objectively prove that children aged 9-12 years with Angle Class I occlusion with variations crowded, protrusive and rotation had experience inaccuracy pronunciation. The research was done in two stage, the first stage of research is descriptive epidemiology to identified and compiled a list of Indonesian words. Subjects were 3,000 children who one represented all children in elemetary school in Yogyakarta Special Region. Second stage research were epidemiological analytic with cross sectional design for the application of speech accuracy test of Indonesian word that has been compiled. The number of research subjects were 144 children from 24 groups based on age 9-12 years, had Angle Class I occlusion contacts with variations crowding, rotation, protrusion and 6 children with normal occlusion as benchmarcking. To apply the word as a list of Indonesian words as a pronunciation accuracy test by observing the frequency of the dominant voice on the pronunciation of the word as the basis for the application.Twenty words of Bahasa Indonesia obtained from first stage, as a pronunciation accuracy test. Results of the second stage research by analysis test of Indonesian wordsâ��s pronunciation show that there were differences which is sigificance in the dominant frequency of words spoken by the children according Angle Class I malocclusion conditions with variation of crowding, protrusive and rotation from both sexes of research subjects aged 9, 10, 11 and 12 years old with a significance of p <0.05. The conclusion of this research was to compose list of 20 words of Bahasa Indonesia which each valid and reliable as the pronunciations accuracy test caused by the abnormal occlusion of teeth. Applicated of 20 word as a pronunciation test objectively proven that the arrangement of the teeth with abnormal occlusion will experience inaccuracy pronunciation. Female children aged 12 years with protrusive variation, has higher voice frequency 1393,92Hz�±299,74 has the most appropriate word, that is spoken /takjub/, in crowding variation has lower voice frequency 500,53Hz�±41,49, that is spoken /yodium/. Male children aged 10 years, crowding variation has higher voice frequency 1018,90�±238,18 has the most appropriate word, that is spoken /habitat/, male children aged 12 years, protrusive variation has lower voice frequency 733,47Hz�±108,50 that is spoken /bakteri/. Keywords: Word List, Pronunciation Test, Variation occlusion, Frequency.

Kata Kunci : Daftar tutur,Uji Pengucapan, VariasiOklusi, Frekuensi