Laporkan Masalah

HUBUNGAN INFEKSI KECACINGAN DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MALARIA TERTIANA PADA PASIEN ANAK DI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH

DWI MURTI NURYANTI, Prof.dr.Srisupar Yati Soenarto, Ph.D, SpA(K);dr.Ida Safitri Laksanawati,SpA

2015 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KESEHATAN ANAK

Latar Belakang: Malaria merupakan masalah kesehatan dunia yang prevalensinya sampai saat ini masih cukup tinggi. Di Indonesia malaria merupakan masalah kesehatan yang bisa menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi. Selain malaria, kecacingan juga merupakan salah satu penyakit tropis yang juga masih terabaikan. Infeksi antara kedua parasit tersebut berperan penting terhadap perkiraan ringan dan beratnya penyakit yang disebabkan oleh keduanya. Tujuan penelitian: Mengetahui prevalensi kasus co-infection malaria tertiana dan kecacingan, dan hubungan antara infeksi cacing dengan tingkat keparahan malaria tertiana di kecamatan Salahutu kabupaten Maluku Tengah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan mengikutsertakan 100 anak berumur 1-15 tahun dengan malaria klinis yang dirawat di RSUD Salahutu. Pasien dengan malaria falsiparum, penyakit kronis dan sedang menjalani pengobatan kecacingan dieksklusi dari penelitian ini. Infeksi kecacingan ditentukan melalui pemeriksaan feses. Analisis chi square digunakan untuk mengetahui hubungan antara infeksi kecacingan dan keparahan malaria. Hasil: Prevalensi co-infection malaria dan kecacingan sebesar 13%, sedangkan prevalensi co-infection malaria berat dan infeksi kecacingan sebesar 6,2%. Infeksi kecacingan terbenyak disebabkan oleh Trichuris trichuria (10%). Tidak terdapat hubungan antara beratnya infeksi dan keparahan malaria (Trichuriasis p=0,522, Ascariasis p=0.764, Anchilostomiasis p=0,522). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara infeksi kecacingan dan keparahan malaria tertiana. Kata kunci : malaria tertiana, infeksi kecacingan, keparahan, co-infection

Background: Malaria is a global health problem that its prevalence is still quite high. In Indonesia malaria is a health problem that can cause death, particularly in a high risk groups. Apart from malaria, worm infection is also one of the tropical disease that still neglected. Infection by these two-parasites can be used to estimate severity of disease. Objectives: Determine the prevalence of co-infection cases of malaria tertiana and worm infection, and also correlation between worm infection and the severity of malaria tertiana in district of Central Maluku. Method: This cross sectional study were performed in Salahutu involving 100 children 1-15 years old with clinical malaria. Children with falciparum malaria, other chronic diseases and underwent antihelminthic treatment were excluded. Worm infection were determined using fecal examination among involved subject. Chi square test and logistic regression were used to define correlation between malaria severity and worm infection. Results:Prevalence of co-infection cases of malaria tertiana and worm infection is 13%, whereas the prevalence of severe malaria and worm infection is 6,2%. The most commonly worm infection is Trichuriasis (10%). There is no significant correlation between worm infection intensity and severity of malaria tertiana (Trichuriasis p=0,522, Ascariasis p=0.764, Anchilostomiasis p=0,522). Conclusion: there is no correlation between worm infection and the severity of malaria tertiana Key words: malaria tertiana, worm infection, severity, co-infection, cross sectional

Kata Kunci : malaria tertiana,infeksi kecacingan,keparahan,co-infection


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.