Laporkan Masalah

Bersihan Laktat sebagai Prediktor Luaran pada Sepsis neonatorum

FELIX NATHAN T, dr Ekawaty Lutfia Haksari,MPH,SpA(K);dr Tunjung Wibowo,Mkes,MPH,SpA(K)

2015 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KESEHATAN ANAK

Latar Belakang Sepsis neonatorum masih merupakan penyebab utama kematian neonatus, beberapa upaya diperlukan untuk mengurangi angka kematian neonatus. Pengukuran bersihan laktat dapat digunakan sebagai penanda terjadinya hipoksia dan gangguan mikrosirkulasi sehingga bersihan laktat dapat digunakan untuk memprediksi kondisi pasien Tujuan Untuk menentukan apakah bersihan laktat dapat digunakan sebagai prediktor luaran pada sepsis neonatorum. Metode Kami melakukan penelitian kohort prospektif di level 1 dan 2 perawatan bayi bagian Ilmu Kesehatan Anak, RS Dr. Sardjito Yogyakarta dari bulan Oktober sampai dengan November 2011. Kami mengikut sertakan 40 pasien sepsis neonatorum yang memenuhi kriteria dan membagi mereka ke dalam kelompok bersihan laktat tinggi dan kelompok bersihan laktat rendah. Semua neonatus diikuti sampai keluar dari rumah sakit untuk menentukan apakah mereka hidup atau meninggal. Pengukuran kadar laktat darah dilakukan pada awal diagnosis sepsis dan selanjutnya enam jam berikutnya setelah pemberian antibiotik pertama. Analisis bivariat faktorprediktor luaran dilakukan dengan uji chi-kuadrat , regresi logistik untuk analisis multivariat dan ROC untuk analisisakurasifaktor predictor luaran. Hasil Sebagian besar kematian terjadi pada kelompok neonatus dengan bersihan laktat enam jam yang rendah (48%) dibandingkan dengan kelompok bersihan laktat tinggi (7%). Bersihan laktat 6 jam yang yang rendah memiliki hubungan yang bermakna dengan mortalitas.Analisis regresi logistik menunjukkan bersihan laktat enam jam adalah satu-satunya faktor prediktor luaran sepsis neonatorum (RR 15,1; 95% IK 1,7 - 133).Analisis ROC menunjukkan bersihan laktat 6 jam memiliki akurasi moderat sebagai prediktor. Kesimpulan Bersihan laktat 6 jam dapat digunakan sebagai prediktor luaran pada sepsis neonatorum dengan akurasi sedang .

Background Neonatal sepsis is still the leading cause of neonatal death some efforts are needed to reduce the mortality. The measurement of lactate clearance can be used as marker of the onset of hypoxia and the disorders of microcirculation so It can be used to predict the patients condition. Aim : To determine whether lactate clearance predicts the outcome of neonatal sepsis. Methods We conducted a prospective, cohort study in the level 1 and 2 NICU, Department of Child Health, Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, from October to November 2011. We enrolled 40 neonatal sepsis patients who met the criteria and divided them into high lactate clearance group and low lactate clearance group. All neonates were followed until discharged from the hospital to determine whether they are survived or not. We performed the blood lactate measurement in the early diagnosis of sepsis and the subsequent six hours after first antibiotic administration. Bivariate analysis of the predictive factor of outcome was done by chi-squared test. We performed the logistic regression for the multivariate analysis and the ROC for the accuracy analysis of predictive factor of outcome. Results :Most deaths occured in neonates with low lactate clearance at six hours (48%) compared with high lactate clearance group (7%). Low lactate clearance at six hours had significant association with mortality. Logistic regression analysis shows lactate clearance at six hours is the only predictive factor of outcome in neonatal sepsis (15.1; 95% CI 1.7 -133),whereas the ROC analysis showed moderate accuracy. Conclusion Lactate clearance at six hours can be used as a predictor of outcome in neonatal sepsis at moderate strength.

Kata Kunci : lactate clearance, predictor mortality,neonatal sepsis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.