KERJA SAMA ANTAR DAERAH KARTAMANTUL DALAM PENGELOLAAN PRASARANA JALAN
SRI IDAWATY R.SITOPU, Ir. Agam Marsoyo, M.Sc., Ph.D. ;Widyasari Her Nugrahandika, S.T., M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahPertumbuhan yang pesat di kota Yogyakarta digerakkan oleh sektor perdagangan, pariwisata dan pendidikan. Yogyakarta memiliki kondisi yang khas lahan yang terbatas. Bergesernya batas-batas pembangunan membentuk aglomerasi Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Permasalahan jalan di perkotaan terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan jalan dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. Permasalahan jalan perbatasan antara lain siapa yang bertanggung jawab pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan jalan, perbedaan status ruas jalan, perbedaan lebar jalan dan dimensi jalan, kualitas dan konstruksi teknis jalan serta utilitas pendukung (PJU,APILL). Ketergantungan antar daerah harus dikelola dengan kerja sama antar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kerja sama Kartamantul yang dilakukan dalam pengelolaan prasarana jalan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan kerja sama pengelolaan prasarana jalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deduktif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan pertimbangan bahwa orang tersebut mengetahui tentang kerjasama antar daerah Kartamantul pada sektor jalan dan berasal dari institusi yang terlibat dan berpotensi untuk terlibat dalam kerjasama antar daerah Kartamantul. Teknik wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi dari berbagai data atau laporan dari Sekber Kartamantul maupun instansi Pemerintah Daerah yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerjasama yang dilakukan oleh ketiga pemerintah daerah dalam pengelolaan prasarana jalan di Kartamantul adalah penyusunan program dan perencanaan; pelaksanaan kegiatan; pengawasan; pembiayaan; monitoring dan evaluasi. Faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi keberlanjutan kerja sama antar daerah Kartamantul dalam pengelolaan prasarana jalan adalah: dokumen legalitas, komitmen, identifikasi kebutuhan, komunikasi, koordinasi, partisipatif, transparansi, akuntabilitas, harmonisasi, aktor, dan model kelembagaan. Faktor-faktor yang kurang mendukung keberlanjutan kerja sama antar daerah Kartamantul dalam pengelolaan prasarana jalan adalah perbedaan prioritas, masalah dana, dan tekanan global.
The rapid growth in the city of Yogyakarta, driven by trade, tourism and education. Yogyakarta has the typical conditions of limited land. Shifting the boundaries of development shaping agglomeration of Urban Yogyakarta (KPY). Problems road there is an imbalance in urban growth with the growth of road motor vehicles. Another problem of the border between who is responsible for the development, maintenance and upgrading of roads, road status differences, differences in the width of the road and road dimensions, quality and technical construction of roads and utility support (PJU, APILL). Dependence among regions should be managed by the inter-regional cooperation. This study aimed to describe forms of cooperation Kartamantul taken in the management of road infrastructure and to identify the factors that affect the sustainability of the cooperation of the road infrastructure management. The method used is qualitative method with the deductive approach. The data used are primary data and secondary data. Techniques of data collection is by interview, observation and documentation. The sampling technique in this research was purposive sampling with the consideration that the person is aware of the inter-regional cooperation Kartamantul in the road sector and comes from institutions involved and the potential to engage in inter-regional cooperation Kartamantul. Interview techniques in the study done by in-depth interviews. Secondary data were obtained through the study of documentation from various data or reports from Sekber Kartamantul and local government agencies associated with this research. The results showed that the forms of cooperation carried out by the three local governments in the management of road infrastructure in Kartamantul are programming and planning; activities; surveillance; financing; monitoring and evaluation. Supporting factors that affect the sustainability of inter-regional cooperation in the management of road infrastructure Kartamantul are: legal documents, commitments, needs identification, communication, coordination, participation, transparency, accountability, harmonization, actors and institutional models. Factors that less support sustainable inter-regional cooperation in the management of road infrastructure Kartamantul among other differences in priorities, funding issues, and global pressures.
Kata Kunci : kerja sama, kartamantul, pengelolaan prasarana, jalan