PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB DI WILAYAH PUSKESMAS PANAMBUNGAN, KECAMATAN MARISO, KOTA MAKASSAR
HARPIANA RAHMAN, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M. Si, Ph.D;Rendra Widyatama, S.Ip, M.Si
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Laporan Dinas Kesehatan Kota Makassar menyebutkan bahwa penemuan kasus baru tuberkulosis meningkat dari 65 kasus pada tahun 2012 menjadi 67 kasus pada tahun 2013. Peningkatan penemuan kasus TB tidak disertai dengan upaya promosi kesehatan. Penyuluhan kesehatan yang telah dilakukan sebanyak 118 kali selama setahun, tidak mengatasi masalah TB, khususnya masalah kepatuhan minum obat bagi penderita TB di Puskesmas Panambungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan media berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat dengan menggunakan the health communication process models. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membuat rancangan media komunikasi kesehatan yang sesuai dengan karakterisktik lingkungan masyarakat wilayah kerja Puskesmas Panambungan Kecamatan Mariso, Kota Makassar, sebagai upaya pencegahan peningkatan TB. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan action reseach dengan melakukan pengamatan, tindakan dan analisis pada setiap fase perancangan media. Perancangan media dilakukan melalui 7 tahap dengan menggunakan the health communication process models. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi dokumen dan wawancara mendalam. Infroman yang dipilih sebanyak 9 orang dengan metode purposive sampling. Hasil: Pada fase pertama diketahui bahwa semua penderita TB memiliki riwayat absen minum obat. Fase kedua menentukan semua penderita TB sebagai sasaran media. Pada fase ketiga digunakan strategi komunikasi kesehatan untuk menyampaikan informasi. Pada fase keempat, dirumuskan pesan terkait dengan pentingnya penuntasan minum obat selama 6 bulan. Pada fase kelima ditentukan lingkungan rumah sebagai tempat meyimpan pesan. Pada fase keenam, ditentukan kalander sebagai saluran menyampaikan pesan. Pada fase ketujuh, dipilih metode penyampaian langsung untuk membagikan pesan. Kesimpulan: Kalender 2016 adalah media yang tepat untuk digunakan sebagai bentuk promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat bagi penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Panambungan.
Background : Tuberculosis is a public health problem in the working area of Panambungan community health centers , Mariso Sub-district, Makassar City. Health profile of Makassar mentions that the patient of TB has incread from 65 finding case in 2012 become 67 finding case by a maximum handling. This condition even become the risk to increases the patient of TB. Health promotion efforts like socialization that ever done, has not succeeded to lower the case of tuberculosis. Because of that is nesecerry to design of media based on the needs community analysis by used the health communication process models Objective: To analyze and making of health communication media design in accordance with the community characteristics Method : This study used qualitative method through action research approach with observation, action, and analysis at each phase of the design of media. Media design is done through seven phase by used health communication process models. There were nine informant chosen by purposive sampling. Result: In the first phase is known that all the patients of TB, have a history of taking medicine absent. The second phase, determined the whole target is people with TB. The third phase is used the health communication strategies to communicate information. The fourth phase is formulated message about the importance to complete medication for six months. The fifth phase determined the home environment as a tool to communicate message. The sixth phase, determined calendar as a channel to communicate the message. The seventh phase, selected delivery method to share the message directly. Conclusion: Analysis of the needs and characteristics of the community, influence the model media of health promotion in designing health communication media
Kata Kunci : tuberkulosis, perancangan media, the health communication process models / tuberculosis, media design, the health communication process models