ANALISIS KINRERJA RETURN SAHAM LQ45 DAN EMAS SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA SELAMA PERIODE TAHUN 2002-2012
FERDINAND ARYA SYAHBANU, Drs. Ahmad Jamli, M.A.
2015 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanPenelitian mengenai analisis kinerja Saham LQ45 dan emas dilakukan dengan metode ordinary least square (OLS) merupakan metode yang sering diguakan untuk mendapatkan nilai-nilai penduga parameter dalam pemodelan regresi dengan model regresi berganda (multiple regression). Analisis selanjutnya adalah dengan menggunakan hipotesa ekonometrik. Dalam penelitian ini, data yang akan dianalisis terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber dan telah tersedia secara historis dan terperinci selama kurun waktu tertentu dan dapat diperoleh gambaran trend tentang fluktuasi dari objek yang diteliti. Data tersebut diperoleh dari jurnal Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia. Informasi kondisi pasar modal Indonesia diperoleh dari Bursa Efek Jakarta, sedangkan informasi mengenai harga emas dan informasi yang terkait dengannya didapat dari situs www.kitco.com dan internet lainnya. Berdasarkan hasil analisis bahwa harga emas yang telah disesuiakan dengan inflasi menunjukkan trend peningkatan harga yang lebih tinggi daripada nilai indeks LQ45 yang juga telah disesuaikan dengan inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli emas dalam jangka panjang lebih baik daripada saham LQ45. Saat kondisi ekonomi stabil saham subsektor konstruksi memberikan kinerja return yang lebih baik dibandingkan subsektor properti dan keuangan. Di saat kondisi ekonomi krisis yang terjadi pada tahun 2008 (Sub Prime Mortgage Loan) saham subsektor keuangan memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan saham subsektor properti dan konstruksi
Research on performance analysis of LQ45 stocks and gold is using the ordinary least squares method (OLS) is a method often used to obtain the values of the parameter estimators in regression modeling with multiple regression model (multiple regression). Next analysis is to use econometric hypothesis. In this study, data that will be analyzed obtained from a variety of secondary sources and has been available historically and detailed over time and to obtain information about the trend of the fluctuations of the object under study. The data obtained from the journal Financial Statistics Indonesia (SEKI) published by Bank Indonesia. Indonesian capital market condition information obtained from the Jakarta Stock Exchange, while information about the price of gold and its associated information obtained from the site www.kitco.com and other Internet. Based on the analysis results, gold prices have been adjusted for inflation showed a trend increase in the price which is higher than the value of the index LQ45 also been adjusted for inflation. This shows that the purchasing power of gold in the long run better than LQ45. When the stable economic conditions provide construction subsector stock’s return better than property and financial subsector. In the current economic conditions of crisis that occurred in 2008 (Sub Prime Mortgage Loan) share financial subsector provide better performance than the stock property and construction subsectors
Kata Kunci : Saham LQ45, emas, analisis kinerja saham dan emas/LQ45 stocks, gold, stocks and gold performance analysis