Laporkan Masalah

Analisis Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Sorong Selatan Sebelum dan Sesudah Pemekaran

SEPTON ATHABU, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A

2015 | Tesis | S2 Ekonomika Pembangunan

Analisis kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sorong Selatan sebelum dan sesudah pemekaran bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis indikator kemampauan keuangan daerah Kabupaten Sorong Selatan yang ditunjukan melalui Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF), Ketergantungan Keuangan Daerah, Kemandirian KeuanganDaerah, dan Efektifitas Keuangan Derah. Menganalisis perbedaan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sorong Selatan sebelum dan sesudah pemekaran wilayah melalui Derajat Desentralisasi Fiskal, ketergantungan keuangan daerah, kemandirian keuangan daerah, efektifitas keuangan daerah, dan menganalisis hubungan antara kemampuan keuangan daerah dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sorong Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan periode pengamatan tahun 2004–2013. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah indikator kemampuan keuangan daerah, uji t berpasangan (paired sampel test) dan korelasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sorong Selatan masih sangat rendah dimana Derajat Desentralisasi Fiskal sangat kurang karena berada antara rasio 0,53 persen sampai dengan 2,59 persen, ketergantungan keuangan daerah sangat tinggi berada antara rasio 75,18 persen sampai dengan 98,94 persen, kemandirian keuangan daerah sangat kurang karena berada antara rasio 0,98 persen sampai dengan 2,68 persen, dan efektifitas keuangan daerah cukup efektif karena berada pada rata-rata 91,78 persen. Terdapat perbedaan signifikan terhadap kemampuan keuangan daerah yaitu Derajat Desentralisasi Fiskal, kemampuan keuangan daerah dan efektifitas keuangan daerah antara kondisi sebelum pemekaran dan sesudah pemekaran, sedangkan ketergantungan keuangan daerah tidak terdapat perbedaan signifikan antara kondisi sebelum adanya pemekaran maupun setelah adanya pemekaran. Tidak terdapat hubungan antara derajat desentralisasi fiskal, Ketergantungan keuangan daerah, dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi melalui Produk domestik regional bruto, terdapat hubungan antara efektifitas keuangan daerah dan pertumbuhan ekonomi melalui Produk domestik regional bruto.

The analysis of financial capability of the South Sorong regency before and after the expansion is aimed to identify and analyze the indicator of financial capability of South Sorong regency is aimed through Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF), Regional Financial Dependence, Regional Financial Independence, and Regional Financial Effectiveness. Analyze the differences of financial capability of South Sorong regency before and after the expansion of the territory through Derajat Desentralisasi Fiskal, Regional Financial Dependence, Regional Financial Independence, Regional Financial Effectiveness and analyze the relationship between regional financial capability with economic growth of South Sorong Regency. Data used in this research was secondary data with the year observation period 2004 – 2013. The analyzer used to answer the purpose of this study was an indicator of regional financial capability, paired t-test (paired sample test) and correlation. These results indicated that the financial capability of South Sorong regency was still very low as Derajat Desentralisasi Fiskal was very less because it was located between the ratio of 0.53 to 2.59 percent, the regional financial dependence was very high between the ratio of 75.18 to 98.94 percent, regional financial independence was very less because it was located between the ratio of 0.98 to 2.68 percent, and regional financial effectiveness was quite effective because it was on average 91.78 percent. There were significant differences in the regional financial capability that Derajat Desentralisasi Fiskal, regional financial capability, regional financial effectiveness between the condition before and after the expansion, while the regional financial dependence did not have significant difference between the condition before the expansion and after the expansion. There was no relationship between Derajat Desentralisasi Fiskal, regional financial dependence and regional financial independence toward economic growth through gross regional domestic product, there was a relationship between regional financial effectiveness and economic growth through gross regional domestic product.

Kata Kunci : kemampuan keuangan daerah, pemekaran daerah, paired sampel t-test, korelasi dan pertumbuhan ekonomi

  1. S2-2015-359694-abstract.pdf  
  2. S2-2015-359694-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-359694-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-359694-title.pdf