Laporkan Masalah

Hubungan Kejang Pascastroke pada Pasien Stroke dengan Riwayat Diabetes Melitus: Suatu Penelitian Cross-Sectional di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2013-2014

WARIH GIRIHAPSA, dr. Abdul Ghofir, Sp.S(K); Agung Nugroho, AMG, MPH

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Stroke adalah penyakit yang umum dan sering terjadi serta merupakan masalah bagi Negaranegara berkembang, khususnya bagi usia lanjut. stroke yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kejang. Riwayat diabetes melitus menjadi salah satu kondisi yang dihubungkan dengan kejaadian tersebut. Meski demikian, belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungannya secara spesifik. Tujuan: mengetahui prevalensi kejadian kejang pascastroke pada pasien stroke dengan riwayat diabetes melitus dibandingkan pasien stroke tanpa riwayat diabetes melitus di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Menggunakan desain studi cross-sectional pada pasien stroke di RSUP dr. Sardjito selama kurun waktu Januari 2013 sampai Desember 2014 sebagai sampelnya. Dengan jumlah sampel 388 dilakukan pengambilan data dari rekam medis bagian saraf RSUP dr. Sardjito. Diambil data terkait di antaranya usia, jenis kelamin, tipe stroke, kejadian pascastroke dan riwayat diabetes melitus. Analisis dilakukan dengan mencari rasio prevalensi (RP) untuk mendapatkan nilai-p. Hasil: Dengan menggunakan analisis statistik didapatkan rasio prevalensi (RP) sebesar 1,2 namun tidak bermakna secara statistik (nilai-p = 0,65). Kesimpulan: prevalensi kejadian kejang pascastroke lebih tinggi pada pasien yang memiliki riwayat diabetes melitus dibandingkan dengan pasien tanpa riwayat diabetes melitus.

Background: Stroke is a common disease and often occurs as well as an issue for developing countries, especially for the elderly. Uncontrolled stroke can cause seizures. History of diabetes mellitus became one of the conditions associated with the incident. However, not much research done to determine the specific relationship. Objective: determine the prevalence of post-stroke seizures in stroke patients with a history of diabetes mellitus compared to stroke patients without a history of diabetes mellitus in Dr. Sardjito hospital. Method: Using a cross-sectional study design, with stroke patients in Dr. Sardjito hospital during the period January 2013 to December 2014 as a sample. Total 388 sample performed retrieval of data from medical records Dr. Sardjito nerve section, taken related data such as age, gender, stroke type, post-stroke seizure incident, and diabetes mellitus history. Analysis was done by taking prevalence ratio (PR) to get p-value. Results: By using statistical analysis found the prevalence ratio (PR) of 1.2 but not statistically significant (p-value = 0.65). Conclusion: the prevalence of post-stroke seizures was higher in patients who have a history of diabetes mellitus compared with patients without a history of diabetes mellitus.

Kata Kunci : diabetes melitus, stroke, kejang pascastroke, diabetes mellitus, stroke, post-stroke seizure

  1. S1-2015-317708-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317708-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317708-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317708-title.pdf