Kajian Eksperimental Penentuan Kondisi Optimum Pengoperasian Microbubble Generator Untuk Kebutuhan Aerobic Waste Water Treatment
ENGGAR DIWANGKARA BRATA, Dr. Deendarlianto., S.T., M.Eng
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPertumbuhan industri di Indonesia saat ini sangatlah pesat, kondisi ini akan membawa dampak yang buruk untuk lingkungan apabila limbah yang di hasilkan oleh industri tidak di sertai dengan pengolahan limbah yang baik. Air yang termasuk dari salah satu limbah industri harus di olah dengan baik agar tetap terjaga kebersihannya karena memiliki peranan sangat penting bagi mahluk hidup disekitar industri tersebut. Diperlukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Microbubble Generator adalah salah satu solusi untuk pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pada penelitian ini di lakukan pengamatan mengenai pengaruh dari variasi debit air dengan debit udara konstan pada microbubble generator (MBG) terhadap kadar Dissolved Oxygen pada kolam pengolahan limbah aerobik dan dilakukan pengukuran terhadap konsumsi energi dari microbubble generator. Tipe microbubble generator yang digunakan adalah tipe orifice dan porous pipe. Penelitian ini di laksanakan di kolam IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Jurusan Teknik Kimia UGM yang berukuran 3 m x 3 m x 1 m. Pada penelitian ini digunakan air yang memiliki nilai COD (Chemical Oxygen Demand) kurang lebih 150 mg/L dan mengandung bakteri aerob. Digunakan variasi nilai QL 12 m3/jam, 14 m3/jam, 16 m3/jam dengan QG konstan 0,045 m3/jam dengan sistem pompa 30 menit on dan 45 menit off secara kontinyu selama 12 jam. Empat buah DO meter diletakkan di 4 titik tertentu untuk pengukuran mengenai kadar DO pada air. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai QL yang paling optimum untuk menghasilkan microbubble yang dapat memenuhi kebutuhan oksigen bakteri aerob agar tetap hidup. Bakteri aerob tersebut berperan dalam proses penguraian limbah sehingga dapat mengurangi kadar COD (Chemical Oxygen Demand) dalam air limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi III merupakan variasi terbaik yang dapat menghasilkan rata � rata nilai DO yang optimal yaitu 3,44 mg/L serta dapat mengurangi kadar COD hingga 45 % dan juga dikethaui konsumsi energi dari instalasi pengolahan limbah microbubble generator lebih efisien jika dibandingkan dengan instalasi pengolahan limbah diffuser yang saat ini banyak digunakan di industri.
Nowadays industrial growth in Indonesia is very rapid, this condition will bring bad effects to the environment if the waste that generated by the industry is not accompanied by good waste treatment. The water which include from the one of industrial waste should be processed properly in order to maintain cleanliness because it has a very important role for living creatures around the industry. A solution to resolve the issue is required. Microbubble generator is one of the solutions for waste water treatment that are environmentally friendly and economical. This study observed about the effect of variations in water discharge with a constant air flow on the microbubble generator (MBG) to levels of Dissolved Oxygen in an aerobic waste treatment and measurement of the energy consumption of the microbubble generator. The type microbubble generator used in this study was orifice and the porous pipe. This research was conduct in Wastewater Treatment Plant that located ini Department of Chemical Engineering, UGM with size 3 m x 3 m x 1 m. The water that used in this study has a value of COD (Chemical Oxygen Demand) of 150 mg / L and containing aerobic bacteria. This study used variation QL value 12 m3/h, 14 m3/h, 16 m3/h with constant QG 0,045 m3 / h with a pump system 30 minutes on and 45 minutes off continuously for 12 hours. Four DO meter is placed in four specific points for the measurement of DO levels in water. The purpose of this study is to get the most optimum QL value to generate microbubble that can meet the oxygen needs of aerobic bacteria in order to stay alive. The aerobic bacteria have a role in the process of decomposition of the waste so as to reduce the levels of COD (Chemical Oxygen Demand) in waste water. The Result of this study shows that the variation III is a variation which can produce optimum average DO level, which is 3,44 mg/L, and can reduce COD level up to 45%. This variation can be used as an alternative treatment of industrial waste water. Also known that microbubble generator installation consume less energy than diffuser installation.
Kata Kunci : microbubble, microbubble generator, variasi, DO (Dissolved Oxygen), Nilai DO, COD (Chemical Oxygen Demand), Konsumsi Energi