Laporkan Masalah

ANALISIS E-LEARNING READINESS PADA PELATIHAN KERJA BERBASIS KOMPETENSI (Studi Kasus : Balai Latihan Kerja Industri Semarang)

SIDIK INDRA PERMANA, Dr.Eng. Silmi Fauziati, S.T., M.T. ; Indriana Hidayah, S.T., M.T.

2015 | Tesis | S2 Teknik Elektro

Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pelatihan, Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Semarang telah menginisiasi pengembangan sistem e-learning pada pelatihan kerja berbasis kompetensi. Namun permasalahan yang terjadi adalah proses implementasi e-learning di BLKI Semarang belum diarahkan dan direncanakan dengan baik. Hal ini juga didukung oleh belum diketahuinya aspek-aspek yang masih menjadi penghambat serta belum adanya suatu perencanaan strategis yang mendukung proses implementasi e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan BLKI Semarang, sehingga akan dapat diketahui aspek mana saja yang masih menghambat proses implementasi e-learning. Hasil tersebut akan diformulasikan menjadi suatu perencanaan strategis, sehingga implementasi e-learning di BLKI Semarang dapat dilaksanakan secara maksimal. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahapan. Tahapan pertama adalah pengukuran e-learning readiness dengan menggunakan model yang diajukan oleh Samantha Chapnick. Pengukuran ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada para responden yang terdiri dari instruktur serta tenaga pendukung pelatihan. Pada tahapan kedua, hasil dari pengukuran e-learning readiness akan menjadi masukan bagi proses formulasi strategi. Proses ini terdiri dari Evaluasi Faktor Internal (EFI), Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), Matriks SWOT, Matriks Grand Strategi dan Quantitative Strategic Palnning Matrix (QSPM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan BLKI Semarang berada pada zona 2 dalam skala e-Learning Readiness Chapnick. Hal ini ditunjukkan dengan hanya 1 dari 8 aspek yang siap mendukung proses implementasi. Sedangkan dari sisi formulasi strategi, BLKI Semarang berada pada posisi pertumbuhan pasar yang tinggi dan posisi kompetitif yang kuat. Oleh karena itu strategi yang dapat dilakukan oleh BLKI Semarang secara realistis adalah percepatan implementasi e-learning di BLKI Semarang berdasarkan hasil analisis QSPM.

To improve training process effectiveness and efficiency, Semarang Industrial Vocational Training Center (IVTC) has initiated e-learning system development on competence based training. However, the e-learning implementation process was unplanned and undirected. Barrier factors were unknown and supporting strategic plan unavailable. Therefore, the purpose of this study was to determine Semarang IVTC readiness level of implementing e-Learning readiness system toward finding barrier factors. The results will be formulated into a strategic planning, so Semarang IVTC e-learning implementation can be optimal. This study was divided into two stages. First stage is e-learning readiness assessment using proposed assessment model by Samantha Chapnick. This assessment used a questionnaire wich was distributed to instructors and training support staff. In the second stage, the e-learning readiness assessment result will be inputed to the strategy formulation process. This process consists of Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), SWOT Matrix, Grand Strategy Matrix and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The study results showed that Semarang IVTC readiness level are in second zone of the Chapnick e-Learning Readiness scale. That is shown by only one of eight readiness factor can support implementation process. In other side, Semarang IVTC was in high market growth and strong competitive position. Therefore, the realistic strategy based on QSPM analysis was accelerating Semarang IVTC e-learning implementation.

Kata Kunci : e-Learning Readiness, Chapnick, perencanaan strategis, QSPM