Laporkan Masalah

RENDEMEN DAN SIFAT FISIK PULP SULFAT KAYU GUBAL DAN TERAS MANGIUM (Acacia mangium Willd.) ASAL MERAUKE PADA TIGA KONSENTRASI ALKALI AKTIF

SITI HANIFAH MAHDIYANTI, Dr.Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.Sc

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kayu Acacia mangium yang digunakan sebagai bahan baku industri pulp dan kertas di Indonesia dikembangkan dengan benih yang berasal dari Queensland, sementara Indonesia sebetulnya juga memiliki jenis asli A.mangium yang terdistribusi di hutan alam Papua. Pengujian sifat-sifat pulp sulfat dari bahan baku kayu A.mangium yang berasal dari Papua dilakukan dengan menggunakan kayu dari hutan alam Merauke. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh bagian kayu gubal dan teras, konsentrasi alkali aktif, serta interaksi keduanya. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu: (1) bagian kayu gubal dan teras dan (2) konsentrasi alkali aktif. Kayu A.mangium diambil bagian batangnya dan diceriping dengan memisahkan bagian gubal dan terasnya. Masing-masing ceriping kemudian diolah dengan proses sulfat dengan tiga aras konsentrasi alkali aktif, yaitu 12%, 14%, dan 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu A.mangium yang berasal dari Merauke dapat diolah dengan proses sulfat pada konsentrasi alkali aktif 14%, serta memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai rendemen tersaring dan bilangan Kappa. Pemasakan A.mangium dengan proses sulfat menghasilkan rendemen antara 26,38-45,22% (41,03%) dan bilangan Kappa antara 9,64-25,50 (15,55). Faktor bagian kayu gubal dan teras berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pengujian lembaran pulp, dan bagian gubal menghasilkan nilai indeks jebol 2,58-3,02 kPa.m2/g; indeks tarik 35,44-37,71 Nm/g; dan indeks sobek 2,91-4,95 mN.m2/g, sedangkan bagian teras menghasilkan nilai indeks jebol 3,20-3,32 kPa.m2/g; indeks tarik 52,07-60,70 Nm/g; dan indeks sobek 5,98-7,06 mN.m2/g. Interaksi antara kedua faktor bagian kayu dan konsentrasi alkali aktif berpengaruh signifikan terhadap nilai bilangan Kappa pulp.

Acacia mangium wood used as raw material in pulp and paper in Indonesia is originated from Queensland. Meanwhile, Indonesia actually has its original A.mangium distributed in Papua natural forest. Characteristics of sulfate pulp from Papua A.mangium especially from Merauke natural forest were examined. This study aimed to acquire the effect of heartwood and sapwood, active alkali concentration, and their interaction in order to determine the appropriate treatment in sulfate pulping. This study used a complete randomized design with two factorial arrangements: (1) heartwood and sapwood, and (2) active alkali concentration. A.mangium trunks were chipped and their heartwood and sapwood was separated. Each heartwood and sapwood chips was cooked in sulfate process with three different active alkali concentrations, i.e. 12%, 14%, and 16%. The result showed that A.mangium from Merauke can be treated in sulfate pulping with active alkali concentration of 14% and exhibited significant influence against screened yield and Kappa number. Sulfate pulping of A.mangium resulted in screened yield of 26.38-45.22% (41.03%) and Kappa number of 9.64-25.50 (15.55). Heartwood and sapwood showed significant influence to all pulp sheet testing parameters. The processing of sapwood resulted burst index of 2,58-3,02 kPa.m2/g; tensile index of 35,44- 37,71 Nm/g; and tear index of 2,91-4,95 mN.m2/g, and heartwood resulted burst index of 3,20-3,32 kPa.m2/g; tensile index of 52,07-60,70 Nm/g; and tear index of 5,98-7,06 mN.m2/g. Interaction between wood parts (heartwood and sapwood) and active alkali concentration showed significant influence to Kappa number

Kata Kunci : Acacia mangium, Merauke, sifat pulp sulfat, rendemen, gubal dan teras 1