KONTRIBUSI JOGLO TANI DI MANDUNGAN MARGOLUWIH SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA DALAM PENINGKATAN PERAN PEMUDA PADA PEMBANGUNAN SEKTOR PERTANIAN GUNA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN
LAILIYATUS SA'DIYAH, Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si. ; Dr. Subejo, M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini membahas tentang kontribusi Joglo Tani dalam peningkatan peran pemuda pada pembangunan sektor pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan. Penelitian ini dilakukan di Joglo Tani yang secara administratif berada di Dusun Mandungan Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah 1. untuk mengetahui peran pemuda Joglo Tani dalam pembangunan sektor pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan, 2. untuk mengetahui kendala yang dihadapi pemuda Joglo Tani dalam pembangunan sektor pertanian dan prospek penyelesaiannya, 3. untuk mengetahui upaya-upaya strategis yang dilakukan pemuda Joglo Tani dalam mewujudkan ketahanan pangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui studi pada suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Observasi dilakukan oleh peneliti dengan mengamati kegiatan pemuda Joglo Tani, kondisi dan situasi pertanian yang dilakukan pemuda di Joglo Tani. Wawancara dilakukan dengan menemukan informan kunci yaitu pendiri Joglo Tani yang selanjutnya peneliti memperluas jaringan informan hingga mendapatkan informan lain. Dokumentasi diperoleh dari pengurus, pendamping, dan pemuda Joglo Tani berupa koleksi foto kegiatan pemuda Joglo Tani dan produk yang dihasilkan. Studi pustaka diperoleh dari penelitian terdahulu yang berkaitan dengan judul dan buku-buku yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joglo Tani sangat berkontribusi dalam peningkatan peran pemuda, sehingga pemuda Joglo Tani dapat berperan aktif dalam pembangunan sektor pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan. Adapun bentuk peran pemuda tersebut berupa peran produksi, peran promosi dan pemasaran, serta peran pemberdayaan masyarakat. Peran pemuda Joglo Tani dalam sektor pertanian tidak selalu mudah, namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi yakni 1. teknis: kurangnya semangat pemuda, degradasi lahan, kondisi cuaca yang tidak menentu, minimnya biaya, minimnya pelatihan pertanian berbasis pemuda, 2. kurangnya dukungan sosial masyarakat, 3. kurangnya dukungan pemerintah. Upaya strategis yang dilakukan pemuda Joglo Tani dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan mengacu pada indikator teori ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan mulai dari perseorangan sampai negara baik jumlah maupun mutunya maka dapat disimpulkan bahwa pemuda Joglo Tani telah berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan.
This study discussed about the role of youth in the agricultural sector in order to achieve food resilience. This research is conducted in Joglo Tani which is administratively located in Mandungan Margoluwih Seyegan Sleman Yogyakarta. The purposes of this study are 1. to determine how the role of Joglo Tani youth in the agricultural sector to achieve food security, 2. to analyze the constraints faced by Joglo Tani youth in the agricultural sector in order to achieve food security, 3. to identify the strategic efforts made by Joglo Tani youth in the agricultural sector in order to achieve food resilience. This research was a qualitative descriptive approach. The approach used in this research is the study on a problem that occurs in the community. Collecting data in this study uses observation, interviews, and documentation. The research results showed that Joglo Tani youth acts the role actively in the agricultural sector in order to achieve food resilience. The shapes of the role of Joglo Tani youth are production, promotion and marketing, as well as community empowerment. The role of Joglo Tani youth in agriculture to achieve food resilience is not always easy, but there are some obstacles encountered: 1. technical: the lack of the spirit of youth, land degradation, uncertain weather conditions, lack of cost, lack of youth-based agricultural training 2. lack of social support, 3. lack of government support. Strategic efforts undertaken Joglo Tani youth to overcome these constraints: 1. technical: creating the spirit of youth to farming, optimizing the land, understanding the weather condition, increasing the allocation of costs, 2. social support: changing the mindset of society to instill that agriculture is a proud profession, introducing agriculture from an early age, 3. government support especially through policies that are responsive youth in agriculture. Keywords: Role of Youth, Agriculture, Food Resilience, Joglo Tani.
Kata Kunci : Kontribusi Joglo Tani, peran pemuda, pembangunan sektor pertanian, ketahanan pangan.