Laporkan Masalah

Sejarah Kepariwisataan Surabaya Periode 1906-1945

M NILZAM ALY, Prof.Dr.-Phil.Janianton Damanik,Msi;Dr.Dyah Mutiarin

2015 | Tesis | S2 Kajian Pariwisata

Sejak berstatus sebagai gemeente pada tahun 1906 dan di bawah kepemimpinan seorang walikota arah perkembangan Surabaya sebagai kota dagang terbesar di Hindia Belanda semakin jelas. Keberadaan fasilitas yang cukup lengkap seperti sarana prasarana transportasi dan penginapan menjadikan Vereeneging Toeristen Verkeer (VTV) membuka kantor cabang utama di Surabaya. VTV merupakan organisasi kepariwisataan nasional yang dibentuk tahun 1908 dengan tujuan untuk melakukan promosi dan mengatur kegiatan pariwisata di Hindia Belanda yang berkantor pusat di Batavia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Proses pencarian sumber dilakukan dengan studi pustaka dan observasi lapangan. Data-data didapat dari Perpustakaan Nasional, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur, Kanror Arsip Nasional, Kantor Arsip Kota Surabaya, Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, dan beberapa website. Observasi lapangan dilakukan di kawasan sungai Kalimas, kawasan Ampel, Hotel Majapahit, Klenteng, dan kawasan Pecinan. Kritik sumber dilakukan dengan melakukan perbandingan sumber dan analisis untuk memunculkan interpretasi yang ditulis dalam penelitian ini. Hasil analisis menjelaskan bahwa Surabaya tidak hanya menjadi daerah tujuan wisata namun juga pengirim wisatawan. Objek wisata yang sering dikunjungi di Surabaya antara lain adalah kawasan Ampel dan kampong Arab, Klenteng-kelenteng dan kawasan Pecinan, kebun binatang, societeit, dan jaarmakt (pasar malam tahunan). Pasar wisatawan yang ada di Surabaya sangat beragam. Terdapat wisatawan dengan latar belakang seorang peneliti, pelajar, pejabat, dan pegawai pemerintahan. Banyak wisatawan yang berasal dari Prancis, Amerika, dan Belanda. Masyarakat keturunan Eropa di Surabaya sering berwisata ke daerah Tretes, Nongkojajar, dan Tosari untuk menikmati pemandangan alam dan cuaca dingin. Dinamika kepariwisataan Surabaya banyak dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa besar seperti krisis ekonomi tahun 1930, Perang Dunia II, dan Perang Pasifik.

Since stated as gemeente in 1906 and under a major leadership, the direction of the development of Surabaya as the biggest trading city in Nederland Indies became obvious. The existence of sufficient facilities such as infrastructure of transportation and accommodation enabled Vereeneging Toeristen Verkeer (VTV) to establish a main branch office in Surabaya. VTV was a national tourism organization formed in 1908 with the aims to make a promotion and manage tourism activities in Nederland Indies where Batavia became the headquarter location. In the same year the branch office of VTV in Surabaya was officially open. This research using history research method. The searching of source process conducted by reviewing the literature and observation. The data was obtained from the Indonesian National Library (Perpustakaan Nasional), the East Java Library and Archives Board (Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur), National Archives Office (Kantor Arsip Nasional), Surabaya National Archives (Arsip Nasional Kota Surabaya), the University of Gadjah Mada Library and some websites. Observation conducted in the area of the Kalimas River, the sector of Ampel, Majapahit Hotel, Shrine and Chinatown. Sources critic conducted by comparing among sources and analyzing to emerge interpretation written in this thesis. The result demonstrates that Surabaya was not only a tourist destination but also a tourist�¢ï¿½ï¿½s sender. The tourist objects often visited in Surabaya were Ampel and Kampong Arab, shines and Chinatown, zoo, societeit, dan jaarmakt (annual night market). The tourists market in Surabaya was diverse. There were tourists with particular backgrounds such as researchers, students, officials and civil servants. Many tourists came from France, the United States and the Netherlands. European descendant society in Surabaya often travelled to Tretes, Nongkojajar, and Tosari to enjoy natural sceneries and cold weather. Tourism dynamics in Surabaya was affected strongly by great occasions such as economic crisis in 1930, World War II, and Pacific War.

Kata Kunci : Tourism Organization,geemente,attraction,tourist market,tourism dynamics

  1. S2-2015-353287-abstract.pdf  
  2. S2-2015-353287-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-353287-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-353287-title.pdf