Pemetaan Geomedik untuk Menganalisis Risiko Kesehatan Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Erupsi Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman
SISCA MAYANG PHUSPA, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D ; Bevaola Kusumasari, M.Si., Ph.D
2015 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANATujuan penelitian ini secara spesifik adalah menganalisis risiko kesehatan masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) Merapi Kabupaten Sleman dengan mengidentifikasikan ancaman, kapasitas, dan kerentanan kesehatan dengan pemetaan geomedik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik, dengan metode semi-kuantitatif. Lingkup penelitian ini adalah seluruh kawasan rawan bencana Merapi yang terkena dampak primer dari ancaman erupsi Merapi, meliputi 73 dusun (10 desa) di Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan dan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Identifikasi ancaman, kerentanan dan kapasitas menggunakan variabel-variabel yang menentukan tingkat risiko di setiap unit penelitian. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode pembobotan dan skoring. Hasil analisis digambarkan dalam pemetaan spasial dengan perangkat lunak ArcGIS 10.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko di wilayah penelitian bervariasi, dari rendah, sedang hingga tinggi. Hanya ada satu dari 73 dusun penelitian yang memiliki tingkat risiko rendah, yaitu Dusun Pentingsari, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Sementara itu 15 dusun tergolong risiko sedang, dan 57 dusun lainnya berisiko tinggi. Hipotesis penelitian ini terbukti, bahwa komponen dalam pemetaan geomedik berdasarkan Pedoman Kementerian Kesehatan tahun 2005 dapat digunakan untuk menganalisis risiko kesehatan masyarakat di kawasan rawan bencana. Begitu pula dengan hipotesis kedua bahwa risiko kesehatan tergantung pada tingkat ancaman, kapasitas dan kerentanan masyarakatbdi suatu wilayah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi peetimbangan dalam penyusunan kebijakan pengurangan risiko kesehatan akibat bencana selanjutnya. Hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab instansi pelayanan kesehatan masyarakat saja namun juga hasil koordinasi dengan berbagai sektor.
Specifically, research aimed to analyzed the risk of public health in areas prone to eruption of Merapi Volcano in Sleman District by identifying the threat, capacity and vulnerability of health sector by geomedical mapping. Research used a descriptive-analytical approach with a semi-quantitative method. Research areas included entire disaster-prone areas directly affected by Merapi eruption in 2010, consisted of 73 subvillages in Turi, Pakem, Ngemplak and Cangkringan subdistrict. Identification process used several variables that determined the level of risk in each research unit. Research analysis used weighting and scoring method. Research output was described in spatial mapping by ArcGIS 10.2 software. Result showed that level of risk ins study areas were varied. There was only one of 73 subvillages had low-risk level (Pentingsari). Meanwhile, there were 15 subvillages had moderate-risk level and 57 others had high-risk level. Result proved the first hypothesis of study that components of geomedical mapping could be used to analyze the risk of publuc health in areas prone to Merapi Volcano eruptions. As well as second hypothesis, the risk of public health was depend on the level of threat, capacity, and vulnerability in health sector. This study is expected to be considered in formulation of health policies, especially in risk reduction of catasthropic health. It isn't only for health sector responsibility, but also result of coordination between various sectors.
Kata Kunci : Pemetaan Geomedik, Analisis Risiko, Kesehatan Masyarakat