Laporkan Masalah

PENGARUH INTERVENSI PSIKOEDUKASI TENTANG MASALAH RUMAH TANGGA DAN PERKAWINAN DALAM MENGATASI KONFLIK PERKAWINAN PADA CALON PENGANTIN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

SUMARNI, DRA.,M.SI., Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ(K).; Dr.dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K).

2015 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran

Latar belakang Keluarga merupakan ikatan yang menyatukan seorang pria dan seorang wanita dengan latar belakang yang berbeda, Perbedaan ini membuat harapan, kebiasaan, sikap, maupun perilaku mereka dalam menghadapi masalah atau tantangan kehidupan juga berbeda. Kegagalan penyatuan perbedaan ini akan menimbulkan konflik dalam perkawinan, yang seringkali disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai masalah rumah tangga dan perkawinan sebelum pasangan menikah. Tujuan Pengembangan modul psikoedukasi tentang masalah rumah tangga dan perkawinan, serta menilai efektivitasnya dalam membantu mengatasi konflik perkawinan pada calon pengantin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Metodologi Penelitian eksperimental menggunakan disain randomized controlled trial dengan pre dan post-test. Subyek penelitian adalah 62 pasangan calon pengantin (31 pasang kontrol dan 31 pasang eksperimen) dari KUA se-DIY yang dipilih secara random. Psikoedukasi dan pre-post test dilakukan 4 kali, yaitu sebelum menikah dan pada akhir bulan 1, 2, dan 3. Instrumen yang digunakan adalah Modul Peningkatan Pengetahuan Masalah Rumah Tangga dan Perkawinan, Alat Ukur Peningkatan Pengetahuan Masalah Rumah Tangga, dan Alat Ukur Konflik Perkawinan. Data kemudian dianalisa dengan program komputer dan tingkat kebermaknaan statistik ditetapkan pada p<0,05. Hasil Uji validitas dan reliabilitas modul dan alat ukur yang digunakan menunjukkan semua valid dan reliabel. Skor pengetahuan tentang masalah rumah tangga dan perkawinan kelompok eksperimen setelah psikoedukasi (akhir bulan 1, 2, dan 3) lebih tinggi dari kelompok kontrol (p< 0,01). Pada kelompok eksperimen, skor berbeda secara bermakna tiap bulannya, sementara pada kelompok kontrol antara bulan kedua dan ketiga berbeda secara bermakna. Skor konflik kelompok eksperimen lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (p<0,01). Peningkatan skor tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi (p>0,05). Kesimpulan Psikoedukasi pengetahuan masalah rumah tangga dan perkawinan bisa meningkatkan pengetahuan calon pengantin dan menurunkan skor konflik. Namun efektivitas modul yang kembangkan perlu diteliti pada subyek yang lebih besar sebelum diaplikasikan pada seluruh calon pengantin.

Background Family is a bonding between a man and a woman with different background, which differ their expectation, habit, attitude, and behaviour toward problems and challenges. The failure to unify these differences might result in marital conflict, which is often due to lack of knowledge on household and marital problems before the couple married. Objectives Developing a module to increase knowledge on household and marital problems, and assessing its effectiveness in reducing conflict in pre-married couples in Special District of Yogyakarta (DIY). Methods Experimental study using a randomized controlled trial design with prepost test. Subjects were 62 couples (31 control and 31 experimental groups) from randomly selected KUA in DIY. Education and pre-post test were conducted 4 times, prior to marriage, at the end of the 1st, 2nd, and 3rd months. Module to Improve Knowledge on Household and Marital Problems, scale for Household and Marital Problems, and scale for Marital Conflicts were used. Data was analyzed using computer software with significance at p<0, 05. Results The validity and reliability test showed that the module and scales were valid and reliable. The score for knowledge on household and marital problems in the experimental group was significantly higher compared to control (p<0, 01). In the experimental group, this score was significantly different between each month (p = 0,000), while in the control group, between the second and the third month (p = 0,000). The marital conflict score was significantly lower in the experimental group (p<0, 01). The score was not affected by education level and social economy status (p>0, 05). Conclusion Education on household and marital problems on pre-married couple significantly improved knowledge and reduced conflict. Nevertheless, our module needs to be further assessed in a larger sample size before it is applied in the general population.

Kata Kunci : marital psychoeducation, knowledge on household and marital problems, marital conflicts

  1. S3-2015-235541-abstract.pdf  
  2. S3-2015-235541-bibliography.pdf  
  3. S3-2015-235541-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2015-235541-title.pdf