Laporkan Masalah

GROUNDWATER VULNERABILITY OF NGEMPLAK AND KALASAN IN NORTH-EAST OF SLEMAN DISTRICT, YOGYAKARTA, INDONESIA

PHOK, RATHA, Dr.rer.nat. Doni Prakasa Eka Putra, S.T., M.T.

2015 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Intrinsic vulnerability of groundwater was studied to generate in the purpose of delineating groundwater protection zone in Ngemplak and Kalasan, sub-district on the North-East and East of Sleman district, Sleman Regency, Yogyakarta, Indonesia, whose mainly water supply is from groundwater. Another study of specific groundwater vulnerability was conducted in order to assure the quality of groundwater for the supply and to know the actual contaminant based on land-use. DRASTIC method and SVV method are two methods of vulnerability mapping and are used for the evaluation. Based on results and analysis, it is summed up that the hydrogeological conditions in research area were controlled by the topography and material from Young Merapi Volcanic composed of fine sand to coarse sand, gravel sandy, and some thin clay layers. Additionally, types of aquifer in the study area are mostly unconfined aquifer, and groundwater flow direction is from North to South while the depth to groundwater in the study area is mostly shallow from 1 to 18 m. Furthermore, the resulted maps conducted from these methods are validated using the actual contaminant concentration through the impact of on-site sanitation of the settlements, for example nitrate as it is evidenced to be very stable contaminants and conservative ion in groundwater. Considered in different hydrogeological setting, these two methods have produced various results at the certain site. However, its reliability has been drawn upon the nitrate concentration at the study areas, and it is concluded that SVV method gives more realistic and applicable result than DRASTIC method.

Kerentanan intrisik dari air tanah dipelajari dengan tujuan menggambarkan delineasi zona perlindungan air tanah di daerah Ngemplak dan Kalasan, kecamatan di bagian utara-timur dan timur dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia yang pasokan air utamanya berasal dari air tanah. Studi lain mengenai kerentanan air tanah yang spesifik dilakukan untuk menjamin kualitas pasokan air tanah dan untuk mengetahui kontaminan berdasarkan penggunaan lahan. Metode DRASTIC dan metode SVV merupakan dua metode pemetaan kerentanan dan digunakan untuk evaluasi. Berdasarkan hasil dan analisis, dapat disimpulkan bahwa kondisi hidrogeologi di daerah penelitian dikontrol oleh topografi dan material dari Merapi Vulkanik Muda yang komposisinya terdiri dari pasir haluspasir kasar, kerikil pasiran, dan beberapa lapisan tipis lempung. Selain itu, tipe akuifer di area penelitian sebagian besar merupakan akuifer unconfined, dan arah aliran airtanah yaitu dari utara ke selatan, sementara kedalaman airtanah di area penelitian sebagian besar kedalamannya berkisar dari 1 to 18 m. Selain itu, peta hasil yang didapat dari metode ini divalidasi menggunakan konsentrasi kontaminan yang sebenarnya melalui dampak dari sanitasi di pemukiman, sebagai contoh nitrat yang terbukti sebagai kontaminan yang sangat stabil dan ion konservatif di dalam air tanah. Berdasarkan pertimbangan di setting hidrogeologi yang berbeda, dua metode ini menghasilkan hasil yang bervariasi pada lokasi tertentu. Namun, tingkat kepercayaannya telah ditarik berdasarkan konsentrasi nitrat di lokasi penelitian dan dapat disimpulkan bahwa metode SSV memberikan hasil yang lebih realistis dan mudah diterapkan dibandingkan metode DRASTIC.

Kata Kunci : Sleman, Yogyakarta, Indonesia, intrinsik & kerentanan air tanah spesifik, metode DRASTIC, metode SVV, kontaminasi nitrat.