Laporkan Masalah

VARIASI AKSIAL DAN RADIAL SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA KAYU JABON (Anthocephalus cadamba Miq.) YANG TUMBUH DI KABUPATEN SLEMAN

MUHAMMAD ROSYID RIDHO, Dr.Ir. Sri Nugroho Marsoem, M.Agr.Sc.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) akhir-akhir ini banyak ditanam di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, namun informasi mengenai kualitas kayu jabon yang tumbuh di daerah tersebut masih terbatas. Untuk mengetahui kualitas kayu jabon yang tumbuh di Kabupaten Sleman, dilakukan pengamatan mengenai sifat fisika dan mekanikanya. Tiga batang pohon yang sehat dan bebas cacat di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kebupaten Sleman, ditebang dan dibuat sampel dengan mengacu pada British Standard 373 (1957). Sifat-sifat kayu yang diuji meliputi kadar air (KA), berat jenis (BJ), perubahan dimensi, kekuatan tekan dan kekuatan lengkung dengan menggunakan standar British 373 (1957). Untuk mengetahui variasi aksial dan radialnya, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu jabon yang tumbuh di Kabupaten Sleman mempunyai rata-rata KA segar 127,41% (104,42-47,06%) dan berat jenis 0,31 (0,26-0,36). Penyusutan longitudinal, tangensial, dan radial masing-masing 0,76% (0,43-0,98%); 4,32% (2,69-5,91%); dan 2,43% (1,73-3,64%). Kekuatan lengkung statis pada MOE dan MOR masing-masing 41,91 (x 1.000 kg/cm2) (37,81-45,18 (x 1.000 kg/cm2)) dan 265,87 kg/cm2 (233,38-295,82 kg/cm2), sedangkan kekuatan tekan sejajar serat dan kekuatan tekan tegak lurus serat masing-masing 167,29 kg/cm2 (134,43-206,31 kg/cm2) dan 101,71 kg/cm2 (67,45-140,76 kg/cm2). Kedudukan radial berpengaruh nyata pada KA segar, BJ kering udara, tegangan pada batas proporsi, kekuatan tekan sejajar serat dan tegak lurus serat, sementara kedudukan aksial berpengaruh nyata terhadap penyusutan tangensial dan kekuatan tekan sejajar serat.

Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) has recently beenplanted in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. However, information related to its quality still limited. A study on the physical and mechanical properties of jabon wood has therefore been conducted. Three healthy and free of defects jabon trees grown in Ambarketawang village, Gamping District, Sleman Regency, has been felled and cut into wood sample according British Standard 373 (1957) for the observation of moisture content, specific gravity, dimensional changes, compression strength and bending strength. Data obtained were ananalyzed by using completely randomized design to determine its axial and radial variation. The results show jabon wood grown in Sleman Regency have green moisture content 127,41% (104,42-147,06%) and specific gravity 0,31 (0,26-0,36). Longitudinal shrinkage, radial shrinkage, and tangential shrinkage are 0,80% (0,43-0,99%); 4,58% (3,10-6,36%); and 2,54% (1,77-3,82%) respectively. Static bending strength on modulus of elasticity (MOE) and modulus of rapture (MOR) are 41,91 (x 1.000 kg/cm2) (37,81-45,18 (x 1.000 kg/cm2)) and 265,87 kg/cm2 (233,38-295,82 kg/cm2) respectively, while compression strength parallel to grain and compression strength perpendicular to grain are 167,29 kg/cm2 (134,43-206,31 kg/cm2) and 101,71 kg/cm2 (67,45-140,76 kg/cm2) respectively. Radial direction significantly affected green moisture content, air-dry specific gravity, longitudinal shrinkage, compression strength parallel to grain, and perpendicular to grain, while axial direction significantly affected tangential shrinkage and compression strength parallel to grain.

Kata Kunci : Kayu jabon, kadar air segar, berat jenis, perubahan dimensi, MOR dan MOE.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.