Mineral Potential Mapping using Geographic Information Systems (GIS) for Gold Mineralization in West Java, Indonesia
SIRISOKHA, SEANG, DR. Lucas Donny Setijadji S.T,M.Sc
2015 | Tesis | S2 Teknik GeologiWestern Java is a part of the Sunda Banda magmatic belt. This belt is well known to be host for several gold deposits in Indonesia, the distribution of 107 Au occurrences in this area was examined in terms of spatial association with various geological phenomena. In this study area, GIS and the method of weight of evidence are used for gold potential mapping. The weight of evidence method is one of the most important data-driven methods for mapping in GIS. This method is a probability based on technique for mapping mineral potential using the spatial distribution of known mineral occurrences. There are six evidences maps such as NE-SW lineaments NW-SE Lineament, host rocks, heat sources, clay alteration and limonitic alteration, have been combined using a weights of evidence model to predict gold potential in West Java. The best predictive map generated by this method defines 21.62% (9902 km2) of study area as favourable zones for gold mineralization further exploration work. It predicts correctly 74 (92.5%) of the 80 model deposits and predicts correctly 26 (96.35%) of the 27 validation deposits, has 6 main prospective target for future exploration are located in Bayah Dome, southern mountain, Honjie Igneous Complex and Bogor zone, Purwakarta. Bayah Dome is highest potential area for gold deposit like Gunung Pongor, Cikidang, Cirotan, Ciawitali, Cikotok destricts and other deposits. The potential area of Au occurrences in research area is associated with NE-SW and NW-SE structure/ lineaments, dominated surrounding the Tertiary intrusive rock unit and hosted in Miocene to Pleistocene lithology rock unit.
Jawa Barat adalah bagian dari sabuk magmatik Sunda Banda. Sabuk ini dikenal sebagai host dari beberapa endapan emas di Indonesia, distribusi dari 107 keterjadian Au di area ini diperiksa dalam hal hubungan spasial dengan berbagai fenomena geologi. Pada daerah penelitian, GIS dan metode weight of evidence digunakan untuk memetakan potensi emas. Metode weight of evidence adalah salah satu metode data driven yang paling penting untuk pemetaan di GIS. Metode ini adalah peluang berdasarkan teknik untuk pemetaan potensi mineral menggunakan distribusi spasial dari keterjadian mineral yang diketahui. Terdapat 6 peta evidence seperti kelurusan timur laut-barat daya dan kelurusan barat laut-tenggara, batuan dasar, sumber panas, alterasi lempung, dan alterasi limonitic dikombinasi menggunakan model weight of evidence untuk memperkirakan potensi emas di Jawa Barat. Peta prediksi terbaik yang dihasilkan dengan metode ini menghasilkan 21.62% (9902km2) daerah penelitian yang merupakan zonasi mineralisasi emas yang dapat dilakukan eksplorasi lebih lanjut. Diprediksi secara akurat 74 dari 80 model endapan (92.5%) dan diprediksi dengan benar 26 dari 27 endapan secara valid, dimana terdapat 6 prospek utama yang menjadi target eksplorasi lebih lanjut yang berlokasi di kubahBayah, pegunungan selatan, kompleks batuan beku Honjie dan zona Bogor, Purwakarta. Kubah Bayah adalah area dengan potensi endapan emas tertinggi seperti di Gunung Pongkor, Cikidang, Cirotan, Ciawitali, Cikotok, dan distrik endapan lainnya. Daerah potensi mineralisasi Au di daerah penelitian berasosiasi dengan kelurusan NE-SW dan NW-SE, yang didominasi dengan unit batuan intrusif berumur Tersier, dengan batuan dinding berupa unit litologi berumur Miosen-Pleistosen.
Kata Kunci : GIS, weight of evidence method, mineral potential mapping, Bayah Dome, Bogkor, West Java.