PENGEMBANGAN SISTEM PEMBANGKITAN CERITA PENYUSUN BALUNGAN+ PENTAS WAYANG KULIT GAGRAK YOGYAKARTA STUDI KASUS CERITA ARJUNAWIWAHA
SURJONO, IR.,M.PHIL., Prof. Adhi Susanto, M.Sc., Ph.D.
2015 | Disertasi | S3 Ilmu Teknik ElektroDalam melaksanakan pentas wayang kulit, calon dalang yakni dalang yang masih dalam taraf belajar, memerlukan dokumen pegangan pentas. Dokumen yang singkat namun memenuhi kebutuhan pentas biasanya disusun seseorang yang sangat menguasai perihal cerita wayang dan perihal aturan pentas wayang kulit. Penelitian ini berusaha mengembangkan perangkat lunak sistem pembangkit cerita yang mampu menyusun dokumen tersebut diatas yang disebut Balungan+. Balungan+ adalah garis besar cerita yang terdiri atas urutan jejer (pertemuan di istana atau pertapaan) dan adegan-adegan terkait yang dilengkapi dengan unsur-unsur pentas. Sistem pembangkit cerita dikembangkan berdasar pengetahuan cerita wayang Arjunawiwaha dan aturan-aturan pentas wayang kulit gagrak Yogyakarta. Sistem pembangkit cerita mampu menghasilkan berbagai macam Balungan+ dengan berbagai alur cerita yang berbeda untuk pentas wayang kulit cerita Arjunawiwaha. Alur cerita dengan urutan jejer yang berbeda dapat dikendalikan oleh pengguna sistem berdasar pilihan-pilihan yang disediakan. Sistem juga dapat bekerja secara otomatis dengan fungsi acak dalam menghasilkan Balungan+, atau berdasar pilihan yang dilanjutkan dalam kerja otomatis. Dengan kemampuan ini sistem dapat digunakan sebagai media belajar para calon dalang dengan fungsi simulator penyusun alur cerita. Penelitian ini berhasil menemukan model penghitungan bobot informasi untuk Balungan+. Bobot informasi dihitung berdasar rumusan C.E. Shannon atas unsur-unsur pentas yang tertulis dalam Balungan+ yakni nama gendhing (bunyi iringan gamelan), sulukan (nyanyian dalang) dan cepeng sabet (pola gerak wayang). Hasil perhitungan bobot informasi ini dipergunakan untuk mengevaluasi Balungan+ hasil kerja sistem pembangkit cerita. Evaluasi dari pakar menyebutkan bahwa Sistem Pembangkit Cerita Penyusun Balungan+ dari penghitungan bobot informasi yang merupakan hasil penelitian adalah hal baru, baik, dan bermanfaat.
In carrying out the leather puppet stage, the candidate mastermind who is still learning requires a stage handle document. The documents which are brief but filling stage needs usually composed by someone who has mastered a story about puppets story and leather puppet stage rules. This study made an attempt on developing an Story Generating System software that is able to draw up the documents mentioned above which is called Balungan+. Balungan+ is an outline of the story consists of a Jejer sequence (meeting at the palace or Hermitage) and related scenes, incorporating elements of the stage. Story Generating Systems are developed based on the knowledge of Arjunawiwaha wayang stories and rules of leather puppet stage gagrak Yogyakarta. Story Generating Systems capable of producing a wide variety Balungan+ with a variety of different storyline for leather puppet stage on Arjunawiwaha story. A storyline with different Jejer sequences can be controlled by system users based on options of the available. The system can also work automatically with random function in generating Balungan+, or based on the choice of continuing the work automatically. With this capability, the system can be used as a medium of learning the candidates mastermind with constituent simulator function storyline. This study has found a model calculation of the information quality for Balungan+. The information quality is calculated based on the formula C.E. Shannon upper stage elements are written in Balungan+ namely gendhing (the sound of gamelan music), sulukan (singing puppeter) and cepeng sabet (puppet motion patterns). The results of information quality are used to evaluate the information Balungan+ the work of an Story Generating System by comparing it to other document information quality. Evaluation of Balungan+ is also done by expert. Based on the expert the results of intelligent system, and information quality research are something new, good, and useful for wayang.
Kata Kunci : Sistem Pembangkit Cerita, Wayang, Balungan+, Kualitas Informasi, C.E. Shannon