Komunikasi Pemerintah dan Remaja Kota Yogyakarta terkait Isu Kesehatan Reproduksi dalam Media Sosial
NUR SA'AADAH AL KARIIMAH, Dr. Ambar Widaningrum, MA; Dr. Bevaola Kusumasari, M.Si
2015 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan PublikDengan perkembangan teknologi komunikasi, media sosial seakan menjadi bagian dari kehidupan remaja. Dilihat lebih jauh, media sosial dapat berperan dalam menyediakan interaksi dan menciptakan partisipasi. Tesis ini menyajikan hasil studi tentang penggunaan media sosial di kalangan remaja dan pemerintah Kota Yogyakarta untuk berkomunikasi tentang kesehatan reproduksi. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa wawancara dan data sekunder dari penelitian Partisipasi Remaja Dalam Isu Politik Dan Isu Kesehatan Reproduksi Melalui Penggunaan Jejaring Sosial oleh Dr. Bevaola Kusumasari, Ario Wicaksono, M. Si dan Nurul Dwi Purwanti, MPA Tahun 2013. Hasil tulisan ini menemukan bahwa pemerintah telah melakukan interaksi dengan remaja melalui forum yang telah dibentuk seperti Pusat Informasi Dan Konseling Remaja (PIK-R) dan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dan meskipun belum semua organisasi pemerintahan memanfaatkan media sosial tetapi terdapat organisasi pemerintahan yang memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi tentang kesehatan reproduksi. Sedangkan partisipasi remaja baik aktifitas individu maupun di grup tergolong rendah dalam membicarakan kesehatan reproduksi di media sosial. Tulisan ini juga menemukan bahwa faktor ketersediaan akses serta pengetahuan yang dimiliki remaja menjadi faktor penyebab remaja kurang membicarakan kesehatan reproduksi di media sosial. Tulisan ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial merupakan saluran yang mendistribusikan informasi daripada fitur interaktif yang dapat melibatkan remaja. Sedangkan kekuatan arah hubungan komunikasi yang terjadi tergolong pasif. Kondisi tersebut didukung oleh remaja sendiri yang belum sepenuhnya memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi dan berdiskusi seputar kesehatan reproduksi.
With the fast development of the communication technology, social media is part of adolescent life. Furthermore, social media can play role in providing interaction and participation. This article presents the results of a study on the use of social media between adolescent and government of the city of Yogyakarta for communicating about reproductive health. This article used descriptive qualitative with interview and secondary data from The Participation Of Adolescent In Political And Reproductive Health Issue Through The Use Of Social Networking research conducted by Dr. Bevaola Kusumasari, Ario Wicaksono, M. Si dan Nurul Dwi Purwanti, MPA 2013. The results of this writing found that the government has done the interaction of adolescent through a forum which has been formed as Adolescent Information And Counseling Center (PIK-R) and Adolescent Health Care Service (PKPR) and although not all the government use social media but there was government have been using for interaction about reproductive health. While adolescent participation in individual or group activities classified as low in talking about reproductive health in social media. This article found that access willingness factor and adolescent knowledge being causes of adolescent less talk about reproductive health in social media. The conclusions suggest the use of social media is channel that distributes information than interactive features that can be involving adolescent. And then direction strength of communication relation classified as passive. This condition has also supported by adolescent that has not been utilizing social media to share information and discuss of reproductive health.
Kata Kunci : komunikasi politik, partisipasi politik, media sosial