Laporkan Masalah

PENERJEMAHAN VERBA QALA KE DALAM BAHASA INGGRIS: STUDI KASUS PADA THE MEANING OF THE GLORIOUS QURAN KARYA MUHAMMAD MARMADUKE PICKTHALL

LISDA F, Dr. Amir Ma'ruf, M.Hum

2015 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan verba qala pada The Meaning of the Glorious Quran oleh Muhammad Marmaduke Pickthall, 2) menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan leksikon yang berbeda-beda dalam menerjemahkan verba qala ke dalam bahasa Inggris oleh Pickthall pada The Meaning of the Glorious Quran, 3) menjelaskan teknik, metode, dan ideologi yang digunakan dalam menerjemahkan verba qala ke dalam bahasa Inggris oleh Pickthall pada The Meaning of the Glorious Quran. The Meaning of the Glorious Quran merupakan salah satu terjemahan Al-Quran terbaik dalam bahasa Inggris karya Muhammad Marmaduke Pickthall. Qala yang merupakan verba terbanyak di dalam Al-Quran, ternyata juga diterjemahkan ke dalam beberapa verba yang bervariasi dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena berusaha menjelaskan bentuk penerjemahan verba qala ke bahasa Inggris dari The Meaning of the Glorious Quran oleh Pickthall. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik simak dengan teknik catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik padan translasional dan kemudian disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) verba qala diterjemahkan menjadi sembilan verba utama dan dua belas derivasi, yaitu: a) said dan derivasi say, saith, saying, hath said, had said, will say, would say, would have said, b) answered, c) spake beserta derivasi speak dan speaketh, d) prayed, e) exclaimed, f) cried, g) told dan derivasi telleth dan had told, h) declared, dan i) proclaimed. 2) Pemilihan kesembilan verba utama dan dua belas turunannya sebagai terjemahan dari verba qala dipengaruhi oleh faktor-faktor koteks, konteks, dan pilihan penerjemah. 3) Teknik-teknik yang digunakan Pickthall dalam menerjemahkan qala adalah literal, partikularisasi, modulasi, amplifikasi linguistik, partikularisasi+modulasi, dan partikularisasi+amplifikasi linguistik. Dari dominannya penggunaan teknik literal, dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan adalah metode semantik, serta ideologi yang diusung adalah foreignisasi yang mengutamakan BSu (bahasa Arab).

This research has some aims to 1) describe qala in Pickthall's The Meaning of the Glorious Quran 2) explain some factors that influence the using of different lexicons in translating qala into English in Pickthall's The Meaning of the Glorious Quran, 3) explain the techniques, methods, and ideology in translating qala into English in Pickthall's The Meaning of the Glorious Quran. The Meaning of the Glorious Quran is one of the best English Quran translations translated by Muhammad Marmaduke Pickthall. There is a verb, qala, which is found mostly in the Quran and also can be translated into some verbs in English in Pickthall's The Meaning of the Glorious Quran. This research uses qualitative descriptive method which emphasize on describing the form of translating qala into English in Pickthall's The Meaning of the Glorious Quran. In the method of collecting data, this research uses observation and recording in the note. After the data are gained, those are analyzed by translational dividing key factors technique. In the end, the conclusions of this research are presented in informal method. This research concludes that: 1) qala is translated into nine main verbs and twelve derivations. Those are a) said and the derivations say, saith, saying, hath said, had said, will say, would say, would have said, b) answered, c) spake and the derivations speak, speaketh, d) prayed, e) exclaimed, f) cried, g) told and the derivations telleth and had told, h) declared, and i) proclaimed. 2) The using of those English verbs as the translations of qala is influenced by some factors. They are co-text, context, and translator's choice. 3) The translation techniques used are literal, particularization, modulation, linguistic amplification, particularization+modulation, and particularization+linguistic amplification. From the dominance of literal technique used, the method also can be determined that is semantic translation. Thus, the ideology is foreignization which emphasizes in the source language, especially Arabic.

Kata Kunci : terjemah, qa>la, bahasa Arab, dan bahasa Inggris

  1. S2-2015-357325-abstract.pdf  
  2. S2-2015-357325-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-357325-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-357325-title.pdf