Pengaruh Kemampuan Manajerial Petani Terhadap Efisiensi Dan Risiko Usahatani Jeruk Siam Di Daerah Sentra Produksi Kabupaten Sambas
DEWI KURNIATI, Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc ; Prof. Dr. Ir. Sri Widodo, M.Sc ; Dr. Ir. Any Suryantini, M.M
2015 | Disertasi | S3 Ekonomi PertanianPerkembangan produktivitas jeruk siam di Kabupaten Sambas sering mengalami pasang dan surut. Kondisi yang berfluktuasi tersebut selain dipengaruhi oleh adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman jeruk siam juga dipengaruhi dari kemampuan manajerial petani dalam mengelola usahataninya dan rendahnya tingkat adopsi teknologi yang dikuasai oleh petani. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi tingkat efisiensi yang rendah dan risiko kegagalan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi teknis dan pengaruh kemampuan manajerial petani terhadap efisiensi teknis, menganalisis efisiensi ekonomi dan pengaruh kemampuan manajerial petani terhadap efisiensi ekonomi, menganalisis pengaruh kemampuan manajerial petani terhadap risiko produksi usahatani jeruk siam, menganalisis pengaruh kemampuan manajerial petani terhadap risiko pendapatan usahatani jeruk siam, menganalisis perilaku petani dalam menghadapi risiko usahatani jeruk siam dan menganalisis hubungan antara efisiensi dan risiko usahatani jeruk siam. Sampel petani dipilih dengan menggunakan simple random sampling sebanyak 106 orang petani yang diambil dari dua desa yaitu Desa Pusaka dan Desa Tebas Sungai. Analisis efisiensi menggunakan analisis stokastik frontir dengan metode MLE, analisis risiko menggunakan metode Just and Pope, analisis perilaku petani terhadap risiko menggunakan metode Moscardi dan de Janvry dan analisis hubungan antara efisiensi dan risiko menggunakan analisis korelasi dengan metode Product Moment Pearson. Berdasarkan hasil analisis stokastik frontir diperoleh usahatani jeruk siam yang dilakukan petani di Kabupaten Sambas secara teknis sudah efisien namun secara ekonomi belum efisien. Variabel yang menurunkan inefisiensi teknis usahatani jeruk siam adalah pengalaman, umur petani dan kemampuan manajerial. Sedangkan variabel yang menurunkan inefisiensi ekonomi adalah pengalaman dan kemampuan manajerial. Faktor produksi yang bersifat menurunkan risiko produksi adalah pupuk Urea, pupuk TSP, tenaga kerja dan kemampuan manajerial sedangkan luas lahan, insektisida dan umur pohon dapat meningkatkan risiko produksi jeruk siam. Sementara faktor yang bersifat menurunkan risiko pendapatan adalah kemampuan manajerial sedangkan faktor yang bersifat meningkatkan risiko pendapatan usahatani jeruk siam adalah luas lahan dan harga pupuk NPK. Sebagian besar petani jeruk siam berperilaku takut menghadapi risiko (risk averter). Semakin efisien secara teknis maka semakin rendah risiko produksi yang diperoleh petani jeruk siam. Semakin efisien secara ekonomi maka semakin rendah risiko pendapatan yang diperoleh petani jeruk siam.
The developments of citrus productivity in Sambas district often fluctuated. These conditions are influenced by the presence of pests and diseases that attack citrus farming, and also affected from the management ability of farmers to manage his farm and technology adoption by farmers is very low. This situation can affect the efficiency is low and the risk of failure is high. This study aimed to analyze the technical efficiency and the influence of management abilities of farmers on technical efficiency in citrus farming, analyze the economic efficiency and the influence of management abilities of farmers on economic efficiency in citrus farming, analyze the influence of management abilities of farmers on risk production of citrus farming, analyze the influence of management abilities of farmers on the income risk of citrus farming, analyze the behavior of farmers towards risk, and analyze the relationship between efficiency and risk in citrus farming. Sample farmers selected using random sampling as many as 106 farmers drawn from two villages namely Pusaka Village and Tebas Sungai Village. Efficiency analysis using stochastic frontier analysis with the MLE method, risk analysis using methods of Just and Pope (1979), the behavior of farmers towards risk analysis using Moscardi and de Janvry methods (1977), and relationship between efficiency and risk analysis using method of Product Moment Pearson correlation. Based on the results of stochastic frontier production function analysis obtained technical efficiency has efficient and economic efficiency of citrus farm has inefficient. Variables that reducing on technical inefficiency are experience of farmers, age of farmers and management ability. Variables that reducing on economic inefficiency are experience of farmers and management ability. Variable production of urea, TSP, labor and management ability are reducing on risk production and variable land area, insecticide, and the age of trees are increasing, while variable of management ability is reducing on income risk and variables of land area and price of NPK are increasing. Most of citrus farmers in Sambas District be risk aversion. The more efficient technically, the lower the risk production of citrus farming. The more efficient economically, the lower the risk income of citrus farming.
Kata Kunci : kemampuan manajerial, efisiensi, risiko, usahatani jeruk siam