PENGARUH PEMBERIAN METFORMIN DAN TELMISARTAN TERHADAP INSULIN PUASA PADA PENDERITA SINDROMA METABOLIK DENGAN NON ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE
ZAENAB MUSLIKHAH, dr Neneng Ratnasari, SpPD-KGEH.; dr Hemi Sinorita SpPD-KEMD
2015 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Penyakit DalamLatar Belakang : Hiperinsulinemia pada pasien obes telah terbukti, merupakan faktor resiko independen penyakit kardiovaskuler, sehingga pasien sindroma metabolik beresiko untuk terjadinya gangguan kardiovaskuler dan juga kematian. Telmisartan adalah obat antihipertensi yang memiliki efek agonis PPAR-gama yang dapat memperbaiki resistensi insulin. Metformin merupakan antidiabetik oral yang bekerja dengan meningkatkan penggunaan glukosa di usus dan mengurangi oksidasi asam lemak bebas hingga 10-30%, sehingga memperbaiki resistensi insulin. Dengan pemberian metformin dan telmisartan, resistensi insulin akan membaik. Tujuan : Menilai pengaruh pemberian metformin dan telmisartan terhadap insulin puasa dengan sindroma metabolik dan NAFLD yang berobat di RS Dr, Sardjito, Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan metode before after design. Penelitian dilakukan di sub bagian Endokrinologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pasien sindroma metabolik sesuai kriteri IDF 2006 dengan NAFLD yang berobat di poli Endokrin, RSUP Dr. Sardjito yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diberikan terapi metformin dan telmisartan selama 12 minggu. Insulin puasa diukur sebelum dan sesudah terapi. Perbedaan insulin puasa sebelum dan sesudah terapi di analisa dengan paired t-test atau Wilcoxon test, dengan uji bermakna bila p< 0,05 dengan 95% CI. Hasil penelitian : Didapatkan 19 subyek penelitian, dan analisa dilakukan pada 13 subyek. Insulin puasa meningkat tidak bermakna dari 27,66+-30,41mcgIU/ml menjadi 28,38+-25,21mcgIU/ml dengan p=0,82 setelah pemberian metformin dan telmisartan selama 12 minggu. Sedangkan resistensi insulin mengalami perbaikan, lingkar pinggang laki-laki turun bermakna dengan p=0,041, gula darah puasa turun bermakna dari165(127-298)mg/dL menjadi 136(100-304)mg/dL, dengan p=0,03, penggunaan insulin turun dari 40(14-50) unit/hari menjadi 36(10-40) unit perhari dengan p=0,009, kebutuhan insulin perkiligram berat badan, turun dari0,52+-0,14 unit/kgBB turun menjadi 0,42+-0,13 unit/kgBB dengan p=0,004 dan HOMA-Beta meningkat dari 83,12+-94,52 menjadi 141,99+-168,18 dengan p=0,01 Kesimpulan : Pemberian metformin dan telmisartan selama 12 minggu tidak menurunkan insulin puasa pada pasien sindroma metabolik dengan diabetes dan NAFLD, tetapi memperbaiki resistensi dan defisiensi insulin.
Background: Hyperinsulinemia in obese patients has been proven, is an independent risk factor for cardiovascular disease, so patients with metabolic syndrome are at risk for the occurrence of cardiovascular disorders and also the death. Telmisartan is an antihypertensive drug which has the effect of PPAR-gama agonists that can improve insulin resistance. Metformin is an oral antidiabetic drug that act by increasing the use of glucose in the gut and reduce free fatty acid oxidation up to 10-30%, thus improving insulin resistance. With metformin and telmisartan, insulin resistance will improve. Objective: Assess the effect of metformin on fasting insulin and telmisartan with metabolic syndrome and NAFLD who seek treatment at Dr, Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Methods: This study used before after design. Research carried out in sub-section of sub devision of Clinic Endocrinology, General Hospital Dr. Sardjito. The subject are patients with criteria for metabolic syndrome according to IDF 2006 and NAFLD who seek treatment in Clinic Endocrinology, General Hospital Dr. Sardjito that meet the inclusion and exclusion criteria. The subject were given telmisartan and metformin therapy for 12 weeks. Fasting insulin were measured before and after treatment. Differences in fasting insulin before and after treatment were analyzed by paired t-test or Wilcoxon test, with test significant if p <0.05 with 95% CI. Results : There were 19 subjects of the research, and the analysis performed on 13 subjects. Fasting insulin was not significantly decreased from 27.66 +- 30,41mcgIU / ml to 28.38 +- 25,21mcgIU / ml, p = 0.82 after administration of metformin and telmisartan for 12 weeks. While the improved insulin resistance, waist circumference of men down significant with p = 0.041, fasting blood glucosa decreased significantly dari165 (127-298) mg / dL to 136 (100-304) mg / dL, p = 0.03, insulin use decreased from 40 (14-50) unit / day to 36 (10-40) units per day with p = 0.009, insulin requirements perkilogram weight, decreased from 0,52 +- 0.14 units / kg to 0.42 +- 0,13unit / kg with p = 0.004 and HOMA-beta increased from 83.12 +- 94.52 to 141.99 +- 168.18 with p = 0.01 Conclusions: There was no significant decrease in lipid fasting plasma insulin after metformin and telmisartan therapy in patients with metabolic syndrome and NAFLD, with insulin resisten is improve .
Kata Kunci : metabolic syndrome, non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), fasting insulin, HOMA-beta, metformin, telmisartan