Laporkan Masalah

PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERANTASAN WABAH DEMAM BERDARAH DI KELURAHAN SIAGA SOROSUTAN, YOGYAKARTA

SUCI KURNIATI, Dr. Samodra Wibawa

2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang diprioritaskan penanganannya dalam pembangunan nasional. Mengingat penyakit ini belum ditemukan obatnya dan telah memakan banyak korban setiap tahunnya. Sementara itu, pemerintah melalui kebijakan Kelurahan Siaga bermaksud untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun demikian, diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk turut mengoptimalkan Kelurahan Siaga ini. Dalam perkembanganya, muncul kritik terhadap kebijakan Kelurahan Siaga bahwa Kelurahan Siaga sejatinya hanya menghasilkan partisipasi semu masyarakat. Dimulailah diskusi mengenai bahwa modal sosial dalam mengoptimalkan kembali Kelurahan Siaga utamanya pada kasus penanganan wabah demam berdarah berbasis masyarakat. Mengingat modal sosial melalui jaringan sosial dan komunitas akan berdampak pada kualitas perlindungan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran modal sosial dalam pemberantasan wabah demam berdarah di Kelurahan Siaga Sorosutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, modal sosial yang ada di masyarakat, berdampak positif/membentuk aktifnya forum Kelurahan Siaga di Sorosutan. Dimana organisasi atau perkumpulan yang ada di masyarakat, saling bermusyawarah untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada berdasarkan kearifan lokal masyarakat setempat. Suatu wadah berupa forum Kelurahan Siaga yang disokong oleh modal sosial masyarakat yang aktif, akan dapat meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat dalam hal ini terkait pengendalian dan penurunan jumlah kasus demam berdarah di Kelurahan Siaga Sorosutan. Namun demikian, terdapat kendala bahwa belum adanya payung hukum berupa Peraturan Walikota terkait pembinaan Kelurahan Siaga di Kota Yogyakarta. Kemudian, saran atas permasalahan tersebut yaitu: (1) Masyarakat hendaknya menjaga dan meningkatkan keterikatan warga serta kepercayaan sosial guna terciptanya interaksi sosial yang baik antar warga serta mengoptimalkan jaringan yang ada di masyarakat Kelurahan Siaga Sorosutan, sehingga permasalahan-permasalahan kesehatan dalam hal ini wabah demam berdarah di Kelurahan Siaga Sorosutan dapat dikendalikan; (2) Untuk dapat memperkuat jaringan sosial antar masyarakat, hendaknya masyarakat terut terlibat aktif dalam berbagai organisasi ataupun kelompok masyarakat yang sesuai dengan minatnya.

Dengue Fever is one of the priority treatment of infectious diseases in national development. Given the disease is not found a cure and has claimed many victims each year. Meanwhile, the government through the Village of Alert policies intended to improve public health. However, required the active participation of all elements of society to participate in this Alert optimize village. In the expansion, emerging criticism of the policies that the village Village Standby Standby actually only produces pseudo-community participation. Began discussions on that social capital to optimize return on the main standby Village handling cases of community-based dengue fever. Given the social capital through social networks and communities will have an impact on the quality of health protection. The aim of this study is to determine the role of social capital in the eradication of dengue outbreaks in the Village of Alert Sorosutan. This study uses a qualitative method of data collection techniques using interviews and observation. The results showed that, existing social capital in the community, positively impacting/ shaping active standby in Sorosutan Village forum. Where organizations or associations that exist in society, consulted each other to find solutions to existing problems based on local knowledge of local communities. A container of Village Alert forum supported by an active community of social capital, will be able to improve conditions of public health in this case related to the control and reduction in the number of dengue fever cases in the Village of Alert Sorosutan. However, there are constraints that the absence of legal protection in the form of Regulations related to coaching Village Mayor standby in Yogyakarta. Then, suggestions on these issues, namely: (1) The community should maintain and increase civic engagement and social trust in order to create a good social interaction between people and to optimize the existing network in Standby Sorosutan Village community, so that health problems in this respect fever outbreak bloody in the Village of Alert Sorosutan can be controlled; (2) In order to strengthen inter-community social networking, terut communities should be actively involved in various organizations and community groups according to their interests.

Kata Kunci : Kata kunci: Modal Sosial, Kelurahan Siaga Sorosutan, Wabah Demam Berdarah

  1. S1-2015-311877-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311877-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311877-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311877-title.pdf