KEMISKINAN STRUKTURAL DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI PEMBEBASAN ASGHAR ALI ENGINEER DAN ALOYSIUS PIERIS
WAWAYSADHYA, Dr. Mukhtasar Syamsuddin
2015 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatPenelitian ini berjudul Kemiskinan Struktural Dalam Perspektif Teologi Pembebasan Asghar Ali Engineer dan Aloysius Pieris. Sudah sejak lama, banyak sekali pihak yang mendiskusikan tentang permasalahan manusia, khususnya kemiskinan. Walaupun hingga saat ini, permasalahan kemiskinan masih tetap penting untuk diperbincangkan. Manusia yang menderita kemiskinan seringkali merasakan penderitaan, keputusasaan, dan tidak berguna secara terus menerus dan menjadi masalah mendasar bagi masyarakat. Asghar Ali Engineer dan Aloysius Pieris percaya bahwa di atas segala pengetahuan apapun, manusia membutuhkan pertolongan spriritual dan religius, yang pada prakteknya melalui jalan Teologi Pembebasan. Objek material dari penelitian ini adalah kemiskinan. Sedangkan objek formal yang digunakan adalah Teologi Pembebasan, khususnya pemikiran Asghar Ali dan Pieris. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yang menggunakan metode interpretasi, kesinambungan historis, deskripsi, komparasi, dan heuristika. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang disebabkan oleh struktur sosial yang membuat anggota atau kelompok masyarakat tidak menguasai sarana ekonomi dan fasilitas-fasilitas secara merata. Kedua, inti dari pemikiran teologi pembebasan Asghar Ali adalah konsep tawhid yang tidak hanya berarti keesaan Tuhan namun juga persatuan umat manusia (unity of mankind). Sedangkan inti pemikiran teologi pembebasan Pieris adalah religiusitas dan kemiskinan. Ketiga, dalam pandangan Asghar Ali, kemiskinan struktural adalah buah dari ketidakadilan, yang harus dijadikan sebagai tantangan untuk dijawab dengan cara dihapuskan dari muka bumi. Bagi Pieris, kemiskinan struktural terjadi akibat adanya Mamon dalam diri manusia. Mammon adalah musuh yang harus diperangi, dengan jalan meniadakan keinginan duniawi dan menjadi miskin secara sukarela. Hasil yang keempat, relevansi pemikiran kedua tokoh dengan kondisi kemiskinan di Indonesia adalah teologi aksi yang merupakan tugas bagi agama sebagai institusi, dan dimensi spiritual-religius yang harus dimiliki oleh kaum miskin. Penelitian ini perlu untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian-penelitian berikutnya.
The title of this research is Structural Poverty in Perspective of Asghar Ali Engineer and Aloysius Pieris Theology of Liberation. Since a very long time ago, many people have discussed about human in related with the problems of mankind, especially poverty. Even until now the problem of poverty still up to date to be explored. Human often feel pain, hopeless, and useless that is already overwhelming human soul and causing the fundamental problem of society. Asghar Ali Engineer and Aloysius Pieris believed that for the knowledge of any truth whatsoever man needs spirituality and religious help, which the act concludes in Theology of Liberation. Material object in this research is poverty, and the formal object is theology of liberation, especially Asghar Ali Engineer's Islamic and Aloysius Pieris's Catholic Theology of Liberation theology of liberation.. This research is a library research which uses interpretation, historical coherence, description, comparison and heuristics as its methodical elements. The results of this research are: first, structural poverty is poverty which caused by some social structure that lack of main facility and access for its own society. Second, the point of Asghar Ali's theology of liberation is tawhid that came from Islamic theology. He represents a thought about tawhid as a unity of mankind. Meanwhile, Pieris's point of thought is about religiosity and poorness. Third, poverty is a challenge that should be solved, according to Asghar Ali. Pieris, in the other side thought that poverty should not be forced as a structural poverty nowadays. Is should be a part of faith, because to be poor is a way to fight the Mamon. The last result, is the relevance with poverty in Indonesia, which is should be an alternate way of action based on theology, and a spiritual mind of faith for the poor. However, the purpose of this research is not to find the solution of poverty. It mean to be a part of thoughts about poverty, and still needs to be continued by the next researches.
Kata Kunci : Teologi Pembebasan, Kemiskinan, Profetis