Laporkan Masalah

Efikasi Zingiber officinale (ekstrak jahe) + Ranitidin vs Ranitidin + Plasebo terhadap Simtom Gastrointestinal pada Dispepsia Fungsional

YULIANA RAHMAH R., dr. Neneng Ratnasari, SpPD-KGEH.; dr. Putut Bayupurnama, SpPD-KGEH

2015 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Penyakit Dalam

Latar belakang : Ekstrak jahe sebagai resep tradisional di berbagai negara secara turun-temurun dan telah dibakukan dalam monograf WHO dapat digunakan sebagai terapi dispepsia, flatulen, spasme, kolik, diare , muntah dan keluhan perut lainnya . Efektivitas terapi jahe dapat mencapai 68 - 77% pada penelitian in vivo dengan animal model . Tujuan penelitian : Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ekstrak jahe + ranitidin dapat memperbaiki simtom gastrointestinal dibandingkan dengan ranitidin + plasebo pada penderita dispepsia fungsional . Metode : Metode penelitian ini adalah quasi experimental. Penelitian dilakukan mulai Desember 2014 sampai Juni 2015, mendapatkan subyek penelitian 26 orang. Variabel dengan distribusi normal selanjutnya dilakukan uji paired t-test untuk membandingkan GIS sebelum dan sesudah terapi. Uji independent t-test untuk membandingkan GIS pada kelompok I (perlakuan) dengan kelompok II (kontrol). Jika sebaran tidak normal maka akan dilakukan Mann Whitney dan Wilcoxon test. Data kategorik menggunakan Pearson’s Chi Square. Perbedaan dianggap bermakna jika didapatkan P < 0.05 dengan interval kepercayaan 95% . Hasil : Setelah mendapatkan terapi selama 2 minggu kelompok I (ekstrak jahe + ranitidin) rerata skor GIS turun (68%) dari 16 +- 4,48 menjadi 5 +- 3,54, secara statistik signifikan (p<0,001) . Penurunan rerata skor GIS kelompok II (ranitidin+ plasebo) dari 14 +- 4,05 menjadi 10 +- 3,59 sebesar 28% secara statistik berbeda bermakna (p=0,004) pada saat baseline sampai minggu 2. Perbandingan penurunan skor GIS antara kelompok I yaitu 10,85 +- 2,115 dengan kelompok II sebesar 4 +- 3,341 secara signifikan lebih besar pada kelompok I (p=0,018) pada saat baseline sampai minggu 2. Perbedaan simtom gastrointestinal antara kelompok I dan kelompok II saat baseline sampai minggu 2 yang bermakna secara statistik adalah mual, kembung, perut penuh, pagi perut tidak nyaman, ulu hati tidak nyaman dan nyeri perut. Simpulan : Penambahan ekstrak jahe pada ranitidin dapat memperbaiki simtom gastrointestinal dibandingkan ranitidin dan plasebo pada pasien dispepsia fungsional.

Background: Ginger extracts as a traditional recipe in various countries for generations and has been standardized in WHO monographs can be used as a therapy dyspepsia, flatulence, spasm, colic, diarrhea, vomiting and other stomach complaints . Ginger therapeutic effectiveness can reach 68-77% in vivo studies with animal models . Objective: To determine how much influence ginger extract + ranitidine can improve gastrointestinal symptoms compared with ranitidine + placebo in patients with functional dyspepsia. Method: This study is a quasi experimental. The research was conducted from December 2014 until June 2015 with 26 participants. Variables with normal distribution is then performed paired t-test to compare the GIS before and after therapy. Independent t-test to compare the GIS in group I (treatment) with group II (control). If the distribution is not normal it will be Mann Whitney and Wilcoxon test. Data categorical using Pearson's Chi Square. Differences were considered significant if P< 0.05 with 95% confidence intervals . Results: After getting therapy for 2 weeks in group I (ginger extract + ranitidine) mean score GIS decreased (68%) of 16 +- 4,48 to 5 +- 3,54, statistically significant (p <0.001). Decrease in mean score GIS group II (ranitidine + placebo) of 14 +- 4,05 to 10 +- 3,59 at 28% statistically significant difference (p = 0,004) at baseline to week 2. Comparison of scores decline GIS between Group I is 10 , 85 +- 2,115 in group II at 4 +- 3.341 was significantly greater in group I (p = 0,018) at baseline to week 2. The difference in gastrointestinal symptoms between the group I and group II baseline to week 2 was statistically significant nausea , bloating, early satiety, sickness, heartburn and epigastric pain. Conclusion: Ginger extract and ranitidine can improve gastrointestinal symptoms compared to ranitidine and placebo in patients with functional dyspepsia.

Kata Kunci : ginger extract, gastrointestinal symptoms, and functional dyspepsia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.