Laporkan Masalah

CORRELATION BETWEEN ANXIETY AND INSOMNIA IN MEDICAL STUDENTS BATCH 2010 OF UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

NOVALDA THIFARINI, dr. Cecep Sugeng K,Sp KJ(K);Dra. Sumarni, Msi

2014 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang:menurut assosiasi tidur amerika, gangguan kecemasan merupakan kelas tersering dalam pysikiatrik, dan juga merupakan gangguan pada dewasa tua yang lebih sering terjadi dibandingkan dengan depresi atau gangguan kognisi parah. Tiga hingga empat dari orang dewasa yang memiliki tidur yang dipengaruhi oleh stress atau kecemasan, mengatakan bahwa gangguan tidur yang mereka miliki juga meningkatkan stres dan kecemasan mereka, 54 % mengatakan bahwa stres atau kecemasan meningkatkan kecemasan mereka tentang perasaan tidur pada malam hari, serta 52% laki laki dan 42 % wanita melaporkan hal tersebut juga mempengaruhi kemampuan mereka untuk mempertahankan fokus untuk keesokan harinya. Objektif:Untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara kecemasan dan insomnia pada mahasiswa kedokteran angkatan 2010 Universitas Gadjah Mada. Metode :Kami menggunakan studi cross sectional pada mahasiswa kedokteran sebagai sempel di fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada antara bulan januari hingga februari 2014. Data telah dikumpulkan dari kuesioner yang didistribusikan kepada mahasiswa dengan jumlah ukuran sempel sebanyak 80 pasien. Data dikumpulkan dari TMAS (Taylor Manifest Anxiety Score) dan ISI (Insomnia Severity Index) score. Analisa dilakukan dengan melakukan pengujian terhadap hubungan antara variabel kelompok dengan menggunakan uji test chi square. Hasil:153 mahasiswa kedokteran memenuhi kriteria inklusi direkrut. Sebagian besar data yang diambil adalah di fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada. Mayoritas responden jenis kelaminadalah wanita dengan jumlah total adalah 89.Secara keseluruhan distribusi kecemasan yang menunjukkan: 5 subjek (3,3%) memiliki tingkat ringan, 89 subjek (58,2%) memiliki tingkat sedang, dan 59 subjek (38,6%) memiliki tingkat parah. Selain itu untuk insomnia terdapat: 98 subjek (64,1%) tidak memiliki insomnia, 42 subjek (27,5%) memiliki subtreshold insomnia, 11 subjek (7,2%) mengalami insomnia sedang, dan 2 subjek (1,3% ) mengalami insomnia parah, dan untuk insomnia dan tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin, laki-laki dengan tingkat kecemasan ringan adalah 0%, tingkat kecemasan sedang adalah 27%, dan tingkat kecemasan yang parah adalah 15%, dan untuk wanita dengan tingkat kecemasan ringan 3,26%, tingkat kecemasan sedang adalah 31,30%, dan wanita dengan tingkat kecemasan yang parah adalah 23,50%. Kemudian untuk insomnia dari 64 laki-laki (41,83%) dan 89 perempuan (58,17 %) terdapat 38 laki-laki (24%) tidak insomnia, 22 laki-laki (14%) memiliki subtreshold insomnia, 3 laki-laki (2%) mengalami insomnia sedang, dan 1 laki-laki (0,6%) mengalami insomnia parah. Kemudian untuk tingkat insomnia pada wanita terdapat 60 perempuan (39%) tidak memiliki insomnia, 20 perempuan (13%) memiliki subtreshold insomnia, 8 perempuan (5%) mengalami insomnia sedang, dan 1 (0,6%) wanita mengalami insomnia parah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kedua jenis kelamin dengan insomnia dan tingkat kecemasan dan hasilnya adalah negatif atau tidak ada hubungan. Selain itu terdapat hubungan antara insomnia dan kecemasan karena nilai p adalah <0,05. Kesimpulan:Tidak terdapat adanya perbedaan kecemasan pada mahasiswa kedokteran angkatan 2010 antara pria dan wanita di fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada. Tidak terdapat adanya perbedaan insomnia pada mahasiswa kedokteran angkatan 2010 antara pria dan wanita di fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Background :Based on American Association of Sleep, anxiety disorders are the most common class of psychiatric, and also disorders in older adultsmore common than either depression orsevere cognitive impairment. Three until fourths of adults whose sleep is affected by stress or anxiety say that their sleep problems have also increased their stress and anxiety, 54 % say that stress or anxiety increased their anxiety about falling asleep at night, and 52 % of men and 42 % of women reported it affected their ability to remain focused the next day. Objective:To identify whether there is correlation between anxiety and insomnia in medical student batch 2010 of Universitas Gadjah Mada. Method : We use cross sectional study with medical students in faculty of medicine Universitas Gadjah Mada between January until Februari 2014 as the sample. The data were gathered from questionnaire that distributed to students with number of sampel size is 80 patients. Data gathered were of TMAS (Taylor Manifest Anxiety Score) and ISI ( Insomnia Severity Index) score. The analysis was done by testing the association between variable group using chi square test. Result :153 medical students meeting the inclusion criteria were recruited. The majority of the data taken was in faculty of medicine Universitas Gadjah Mada. The majority of the respondents sex is female with total amount is 89.Overall distribution of anxiety that show : 5 subject (3,3%) have mild level, 89 subject(58,2%) have moderate level, and 59 subject (38,6%) have severe level. Moreover for insomnia there are : 98 subject( 64,1%) have no insomnia, 42 subject(27,5%) have subtreshold insomnia,11 subject (7,2%) have moderate insomnia, and 2 subject (1,3%) have severe insomnia, and for the level insomnia and anxiety based on sex,Male with mild anxiety level is 0 %, moderate anxiety level is 27%,and severe anxiety level is 15%, and for female with mild anxiety level is 3,26%, Moderate anxiety level is 31,30%, and female with Severe anxety level is 23,50%. Then for insomnia from 64 male (41,83%) and 89 female (58,17 %)there was 38 male ( 24%) have not insomnia,22 male (14%) have subtreshold insomnia, 3 male (2 %)have moderate insomnia, and 1 male (0,6%) have severe insomnia.Thenfor insomnia level in female there ware 60 female (39%)have not insomnia. 20 female (13%) have subtreshold insomnia, 8 female ( 5%) have moderate insomnia. And 1 (0,6%)female have severe insomnia. Thisstudyalsointendstoknow is there anydifferencebetween the sexeswithinsomniaandanxietylevels,and the result is negative or no correlation.And there is correlation between insomnia and anxiety because p value is < 0,05 Conclusion :There is no difference anxiety on medical student batch 2010 between male and female in faculty of medicine Universitas Gadjah Mada. There is no difference insomniaand anxiety on medical student batch 2010 between male and female in faculty of medicine Universitas Gadjah Mada.

Kata Kunci : Medical Students batch 2010,Insomnia,Anxiety


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.