A TRANSNATIONAL STUDY ON AMERICAN HEGEMONY TO INDONESIAN MALE TEENAGERS THROUGH SMACKDOWN
DHIONISIUS BAMBANG G, Prof. Dr. Ida Rochani Adi, S.U.
2015 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaSmackDown adalah salah satu program televisi yang fenomenal di Amerika Serikat sebagai salah satu produk budaya populer dan disiarkan di negara lain. Selama disiarkan pertama kali di Indonesia pada tahun 2006 sudah menimbulkan korban kematian dan luka-luka pada anak-anak. Hal ini memberi dampak dengan pelarangan munculnya acara ini di televisi nasional. Tetapi pada tahun 2011 melalui salah satu channel di TV kabel, SmackDown disiarkan kembali dan muncul komunitas penggemar SmackDown di tiga kota besar di Indonesia; Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Penelitian ini mengkaji persepsi remaja laki-laki di Indonesia yang berusia 15-19 tahun tentang SmackDown dan efeknya serta sebab dari hegemoni SmackDown. Kajian ini menggunakan grounded research yang mana metode quasi antara kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk menganalisa data yang dikumpulkan. Data diperoleh melalui metode kuantitatif dengan menyelenggarakan kelompok diskusi terfokus dan wawancara terhadap anggota komunitas, siswa SMA swasta di Jakarta dan Yogyakarta sera atlet pelatda gulat Jawa Barat. Analisis data menggunakan metode kualitatif yang membandingkan persepsi remaja di Amerika yang diperoleh dari jurnal, tesis maupun disertasi yang sudah dipublikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa hegemoni maskulinitas membangun pemahaman tentang gender di masyarakat melalui siaran program SmackDown di Indonesia. Hal ini dilihat dari pertunjukan yang menampilkan kekerasan, gambaran ideal tubuh laki-laki, dan memposisikan perempuan inferior terhadap laki-laki. SmackDown sendiri memiliki faktor kekuatan yang mampu mengikat penonton dengan memanipulasi realita untuk mengaburkan batasan antara fantasi dan realita. Kaburnya batasan ini mengindikasikan adanya ideology semu pada penonton yang meyakini bahwa fantasi merupakan yang sebenarnya. Sehingga, ideologi semu yang dibentuk adalah tentang konstruksi gender.
SmackDown is one of the most phenomenal product of the U.S. popular culture. It goes beyond its geographical borders to broadcast into each house in other countries. It caused several death and injuries to Indonesian children during 2006 following with the banning of the program from airing nationally. It is re-airing through TV cable in 2011 and fanbase communities were established in three major big cities in Indonesia which is Yogyakarta, Bandung, and Jakarta. This research examines the perception of Indonesia male teenagers age 15-19 years old about SmackDown and its effects as well as the power of SmackDown on them through a mixed method of quantitative and qualitative method in a grounded research under the transnational of American Studies about hegemony and popular culture. The analysis of the data that are collected through quantitative method uses semiotic approach that links the sign, signified, and signifiers to the reality by comparing to the Americans perception based on the published journals, thesis, or dissertations to Indonesian perception from interview and group discussion with fanbase members, students from three private high school and athletes of amateur wrestling. This research reveals that hegemonic masculinity that constructs gender in society is shaped through the broadcast of SmackDown in Indonesia. It is seen from the performance that justifies violence, portrays the ideal body for men and female positioning as inferior to the male. Meanwhile, the SmackDown itself engages the audience by manipulating the reality in order to blur the line between fantasy and reality. The blurred lines give the audience sense of pseudo-ideology which puts fantasy as their reality. Gender construction is pseudo-ideology to the society.
Kata Kunci : SmackDown, hegemoni, budaya populer, transnasional