Laporkan Masalah

OUTCOME PNEUMONIA ANAK BERDASARKAN STATUS GIZI

HABELLA CARISSA DEVI, dr. Rina Triasih, M.Med (Paed), Ph.D, Sp. A (K), dr. Amalia Setyati, Sp. A (K)

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

INTISARI Latar Belakang : Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di seluruh dunia. Jumlah anak usia balita dengan malnutrisi kronis mencapai 178 juta (32%) dari total anak usia balita di negara berkembang. Di Indonesia mengalami lonjakan dari 1,8 juta menjadi 2,3 juta. Tujuan : Untuk mengetahui outcome (meninggal dan lama rawat inap) pneumonia berdasarkan status gizi pada anak yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Subjek penelitian adalah anak yang dirawat dengan diagnosis pneumonia yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta antara tahun 2009 dan 2012. Data diperoleh secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis. Hasil : Terdapat 377 subjek yang dikategorikan menjadi gizi baik 231 anak (61%), gizi buruk 67 anak (18%), gizi kurang 51 anak (14%), dan gizi lebih 28 anak (7%). Mortalitas pneumonia pada anak dengan malnutrisi dengan gizi lebih (22%) dan gizi buruk (19%) lebih tinggi dibanding gizi baik (8%) dan gizi kurang (4%). Anak dengan gizi buruk mempunyai lama rawat inap yang lebih panjang (8 hari) dibandingkan dengan anak tanpa gizi buruk (5 hari) (p = 0,015). Simpulan: Mortalitas pneumonia pada anak dengan malnutrisi (gizi lebih dan gizi buruk) lebih tinggi dibanding anak tanpa malnutrisi (gizi baik dan gizi kurang). Anak pneumonia dengan gizi buruk mempunyai lama rawat inap lebih lama dibandingkan anak tanpa gizi buruk. Kata Kunci : pneumonia, gizi baik, gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, mortalitas, lama rawat inap

ABSTRACT Background : Pneumonia is the leading of morbidity and mortality of children worldwide. The number of children under five eith chronic malnutrition reached 178 million (32%) of the total of children under five in developing countries. In Indonesia experienced a surge of 1,8 million to 2,3 million. Objective : To determine the outcome (death and long hospitalization) pneumoniabased on the nutritional status of children admitted to Dr. Sardjito Yogyakarta Hospital. Method : This study was a retrospective cohort. Subjects were children admitted with a diagnosis of pneumonia who were treated at the Dr. Sardjito Yogyakarta Hospital between 2009-2012. Data were obtained retrospectively by using medical record. Result: There were 377 subjects were categorized into good nutrition 231 children (61%), poor nutrition 67 children (18%), moderate nutrition 51 children (14%), and over nutrition 28 children (7%). Mortality of pneumonia in malnourished children with over nutrition (22%) and poor nutrition (19%) higher than good nutrition (8%) and moderate nutrition (4%). Children with severe malnutrition have length of stay longer (8 days) compared with children without malnutrion (5 days) (p=0,015). Conclusion: Mortality of pneumonia in children with malnutrition (over nutrition and poor nutrition) higher than children without malnutrion (good nutrition and moderate nutrition). Pneumonia in children with severe malnutrition have length of stay longer than children without malnutrition. Key words: pneumonia, good nutrition, poor nutrition, moderate nutrition, over nutrition, mortality, length of stay (LOS)

Kata Kunci : Kata Kunci : pneumonia, gizi baik, gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, mortalitas, lama rawat inap


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.