VARIASI LOKASI TRAUMA PENYEBAB KEMATIAN PADA KASUS PEMBUNUHAN YANG DIOTOPSI DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2009-2013
NOFIK TRI HANDOKO, dr. Hendro Widagdo, Sp.F ; Dra. Suhartini, Apt, M.S
2014 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang : Kejahatan merupakan perilaku anti sosial dan juga gejala sosial yang bersifat universal. Pembunuhan adalah tindakan melanggar hukum yang dilakukan seseorang terhadap orang lain sehingga mengakibatkan kematian. Lebih dari 50% kematian disebabkan oleh trauma pada kepala, trauma pada kepala akan memberikan gangguan yang sifatnya lebih kompleks bila dibandingkan dengan trauma pada bagian organ tubuh lainnya. Tujuan : Mengetahui variasi lokasi trauma penyebab kematian pada kasus pembunuhan yang diotopsi di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP DR. Sardjito Yogyakarta tahun 2009- 2013. Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Data mengenai penyebab kematian dikumpulkan, disusun, dan dianalisis dalam bentuk table dan grafik. Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan variasi lokasi trauma penyebab kematian pada kasus pembunuhan yang diotopsi di instalasi Kedokteran Forensik RSUP. DR. Sardjito Yogyakarta dari 2009-2013 adalah 89 kasus. Lokasi trauma penyebab kematian terbanyak terdapat pada bagian kepala yaitu 54 kasus (60,7%), penyebab kematian terbesar adalah kekerasan tumpul yaitu 60 kasus (67,4%) dan jenis luka terbanyak adalah luka memar sebesar 42 kasus (47,2%). Korban paling banyak adalah berjenis kelamin laki-laki 53 orang (59,6%). Kelompok umur 13-24 tahun menjadi kelompok umur yang dominan yaitu 25 kasus (28,1%). Berdasarkan jenis pekerjaan, korban yang tidak diketahui pekerjaannya mempunyai prevalensi paling tinggi yaitu sebesar 30 kasus (33,7%). Berdasarkan tempat kejadian terbanya terdapat pada wilayah Kabupaten Sleman yaitu 27 kasus (30,4%). Kata kunci : Lokasi trauma sebab kematian, jenazah forensik, otopsi forensik.
Background : Crime is an antisocial behavior and also a social symptom which is universal. Murder is an act of violating law which is done by someone to others person leading to death. More than 50% of death cases were caused by trauma in the head. Trauma in the head will cause more complex disturbances rather than trauma in other body parts. It needs evidence and a specific knowledge to reveal the truth from a murder case. Forensics speciality can help to investigate what is the cause of victim's death. Objective : To know the variation of trauma location which cause death in murdering cases which are performed autopsy in Forensics department of RSUP DR. Sardjito, Yogyakarta in 2009-2013. Method : This research is a descriptive observational study with cross sectional design. Data was collected, arranged, and analyzed in form of tables and graphs. Result : There are 89 cases of trauma which caused death in murder act which are performed autopsy in RSUP dr. Sardjito in 2009-2013. Most common location of trauma which cause death is in head, as many as 54 cases (60.7%). Blunt trauma is the most common cause of death amounted to 60 cases (67.4%) with bruise injury 42 cases (47.2%). Most victims were male, as many as 53 people (59.6%). Age group 13-24 years become the dominant age group with 25 cases (28.1%). Based on the occupation, highest prevalence were from victims with unknown occupation, amounted to 30 cases (33.7%). Based on the location, Sleman has the most cases as many as 27 cases (30.4%) Key words : Location of trauma which causes death, forensic corpse, forensic autopsy.
Kata Kunci : Lokasi trauma sebab kematian, jenazah forensik, otopsi forensik.