Laporkan Masalah

ANALISIS PRODUKTIVITAS UKM ROTI BANGKIT DENGAN MENGGUNAKAN MULTIFACTOR PRODUCTIVITY MEASUREMENT MODEL (MFPMM)

SANTI DYAH R, Dr. Wagiman, STP, M.Si; Prof. Dr. Ir. Moch Maksum, M.Sc

2015 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Pabrik Roti Bangkit merupakan salah satu UKM yang memproduksi roti manis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. UKM ini memiliki standar untuk mencapai keuntungan dimana jumlah roti yang diproduksi dari 1 sak (25 kilogram) tepung terigu minimal 1200 roti dan jumlah produk roti retur kurang dari 10 % dari jumlah produksi. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa terjadi inefisiensi penggunaan tepung terigu yang menyebabkan keuntungan perusahaan berkurang atau terlihat bahwa produktivitas berpengaruh pada profitabilitas. Sementara itu masih banyak sumber daya lain yang digunakan dalam memproduksi roti dan pengukuran produktivitas belum pernah dilakukan terhadap seluruh sumber daya tersebut. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan Multifactor Productivity Measurement Model (MFPMM). Data yang digunakan meliputi data output yaitu jumlah produksi roti dan data input terdiri dari bahan baku, tenaga kerja, energi, dan pengemasan dari tahun 2011 sampai 2013. Langkah perhitungan dalam MFPMM yaitu perhitungan Value, perhitungan Weighted Change Ratio (WCR), perhitungan Cost to Revenue Ratio (CRR), perhitungan Productivity Ratio (PR), perhitungan Weighted Performance Indexes (WPI), dan perhitungan Rupiah Effect on Profit (REP). Sumber daya yang mengalami penurunan produktivitas dan profitabilitas dianalisis dan ditentukan rencana peningkatannya. Produktivitas total dan profitabilitas UKM Roti Bangkit mengalami penurunan pada tahun 2012 dan tahun 2013. Penurunan nilai indeks produktivitas total terbesar terjadi pada tahun 2012 dengan WPI produktivitas bernilai 0,992 dan menghilangkan keuntungan sebanyak Rp 14.153.742,00. Penurunan profitabilitas terbesar terjadi pada tahun 2012 dengan nilai WPI profitabilitas sebesar 0,967 dan menghilangkan keuntungan sebanyak Rp 64.177.428,00. Tenaga kerja bagian produksi terus mengalami penurunan nilai indeks produktivitas, WPI produktivitas, dan WPI profitabilitas. Penurunan ini disebabkan karena pekerja tidak bekerja sesuai standar, pekerja tidak serius dalam bekerja dan jumlah tenaga kerja terlalu banyak. Perencanaan peningkatan produktivitas dan profitabilitas yang dapat dilakukan untuk tenaga kerja produksi adalah membuat alat pembagi adonan berbentuk cetakan agar adonan memiliki berat sesuai standar, melakukan pengawasan saat proses produksi berlangsung, dan membuat perencanaan kebutuhan tenaga kerja.

Roti Bangkit factory is a SME which produces sweet bread in Bantul Regency, Yogyakarta. This SME has standard for profit where the number of breads produced from 1 sack (25 kilograms) of flour is at least 1200 breads and the number of returned bread products is less than 10 % of total production. The result of preliminary study showed that there was inefficiency of usage of flour which decreased the profit of the company. In other words, productivity has influenced profitability. Meanwhile, there are many other resources used in producing breads and productivity measurements haven't been performed on those resources. Productivity measurement was performed using Multifactor Productivity Measurement Model (MFPMM). The data used included output data which was total produced breads and input data which was materials, manpower, energy, and packaging from 2011 to 2013. The calculation steps in MFPMM are calculation of Value, calculation of Weighted Change Ratio (WCR), calculation of Cost to Revenue Ratio (CRR), calculation of Productivity Ratio (PR), calculation of Weighted Performance Indexes (WPI), and calculation of Rupiah Effect on Profit (REP). Resources which experienced declinations in productivity and profitability were analyzed and improvement plans were determined. Total productivity and profitability of Roti Bangkit SME declined in 2012 and 2013. The largest decline of total productivity index value was in 2012 with WPI of productivity amounting to 0,992 and costing Rp 14.153.742,00 of profit. The largest decline of profitability was in 2012 with WPI of profitability amounting to 0,967 and costing Rp 64.177.428,00 of profit. Employees in production section had experienced declinations in productivity index value, WPI of productivity, and WPI of profitability. This was because employees didn't work according to the standard and didn't serious in working and because there were too many employees. Plans to improve productivity and profitability which could be applied for production workers was making dough dividing equipment in the form of a mold so that the dough have standard weight, monitoring production process, and planning labor needs.

Kata Kunci : MFPMM, produktivitas, profitabilitas/ MFPMM, productivity, profitability

  1. S1-2015-305255-abstract.pdf  
  2. S1-2015-305255-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-305255-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-305255-title.pdf