PENGOLAHAN ARSIP INAKTIF AMDAL DI BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
AKBAR AGUNG PRADANA, Waluyo S.S, M.Hum
2015 | Tugas Akhir | D3 KEARSIPANPengolahan Arsip Inaktif adalah upaya atau cara yang dilakukan untuk mengurus arsip inaktif mulai dari tahap pemeriksaan yang dilakukan di central file sampai pemidahan dari central file ke record center. Tujuan dari penulisan Laporan ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan fisik arsip inaktif Amdal di Badan Lingkungan Hidup Provinsi D.I.Yogyakarta. Dalam melakukan praktik kerja lapangan ada beberapa metode pengumpulan data yang digunakan untuk mencapai data yang benar dan akurat. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi studi pustaka yang berguna untuk mengumpulkan teori-teori dari sumber pustaka yang berkaitan dengan pengelolaan arsip dinamis inaktif di BLH Provinsi DIY. Selanjutnya observasi dan partisipasi dilakukan dengan cara pencatatan dan pengamatan secara langsung di BLH Provinsi DIY. Observasi ini bertujuan untuk mendapatkan data-data yang kongkret. Yang terkahir wawancara metode ini dilakukan untuk melengkapi data yang belum ditemukan dengan cara mewawancarai atau menanyakan kepada pegawai yang mengelola arsip di BLH Provinsi DIY. Kesimpulan dari Laporan Tugas Akhir ini, bahwa BLH Provinsi DIY belum melakukan pengolahan arsip inaktif secara optimal, masih banyak kekurangan yang di temui seperti belum ada JRA, sistem penataan dan penyimpanan yang sederhana dan pemeliharaan yang kurang diperhatikan, hal ini disebabkan karena tidak adanya arsiparis dan fasilitas yang kurang memadai di BLH Provinsi DIY.
Management of inactive records is the effort or how that is done to take care of inactive records from initial tests carried out in the central file transfer of the central file to the record center. The purpose of this report is to determine the physical processing of inactive records of Amdal in the Badan Lingkungan Hidup Provinsi D.I.Yogyakarta. There are some methods used to archieve a correct and accurate data. Data collection methods used include literature that is useful for collecting theories of literature sources relating to the management of inactive records in BLH DIY. Further observation and participation is done by recording and direct observation of the BLH DIY. These observations aim to obtain concrete data. The last method is done to complement the data has not been found by interviewing or asking the employee who manages the archive at BLH DIY. The conclusion of this final report, that BLH of Yogyakarta Province has not done optimally inactive records management, there are still many shortage in the encounter like no JRA, structuring and storage systems that is simple and maintenance is less noticed, this is due to the absence of archivists and inadequate facilities in BLH DIY.
Kata Kunci : Pengolahan, Arsip Inaktif, Amdal