Laporkan Masalah

DAMPAK IMPLEMENTASI PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA SAMBONGANYAR KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA

AR RIDHO, Bowo Dwi Siswoko, S.hut., M.A.

2015 | Tugas Akhir | D3 KEHUTANAN

Program PHBM merupakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang mengembangkan pola investasi sesuai dengan perimbangan tanggung jawab dan andil biaya serta manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi PHBM terhadap perekonomian masyarakat serta pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan PHBM. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sambonganyar pada bulan April tahun 2015. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen instansi-instansi yang terkait. Metode analisis yang digunakan yaitu : 1) Prosentase pendapatan masyarakat dari lahan andil PHBM terhadap total pendapatan rumah tangga selama satu tahun, 2) ukuran kemiskinan setara beras menurut sayogyo, 3) untuk mengetahui pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan PHBM dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PHBM di Desa Sambonganyar memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat sebesar 26,94% atau mampu memberikan tambahan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 147.707,00/KK/bulan. Pelaksanaan PHBM juga dapat mengurangi jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, yaitu dari 73,91% menjadi 65,21% dari jumlah total penduduk. Dan untuk pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan program PHBM yang ditinjau dari aspek pembangunan hutan sebesar 54,55% dan peningkatan kesejahteraan sebesar 50%, dengan respon masyarakat cukup positif terhadap pelaksanaan program.

PHBM Program is a community-based forest management that develops investment pattern in accordance with the balance of responsibilities and share the costs and benefits. This study aims to determine the impact on the economy of the community CBFM implementation and public awareness of the PHBM implementation. This research was conducted in the village of Sambonganyar in April 2015. The primary data through interviews with a guide questionnaire while secondary data obtained from documents related agencies. The analytical methods used are: 1) Percentage of public revenue from land PHBM share of total household income for one year, 2) poverty measure according Sayogyo rice equivalent, 3) to determine people's understanding of the implementation of PHBM were analyzed descriptively. The results showed that the implementation of PHBM in the village Sambonganyar contribute to public revenue amounted to 26.94% or able to give an average additional income of Rp. 147,707.00 / KK / month. PHBM implementation can also reduce the number of people who are below the poverty line, ie from 73.91% to 65.21% of the total population. And for people's understanding of the implementation of the PHBM program review of aspects of forest development by 54.55% and increased welfare by 50%, with quite positive public response to the implementation of the program.

Kata Kunci : PHBM, Implementation, Economics, Understanding