Keanekaragaman jenis burung diurnal dan keterkaitan terhadap habitat di lokasi rencana pembangunan pabrik PIG Iron Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
PURNIATI, Drs. Bambang Agus Suripto, S.U., M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 BIOLOGIIndonesia memiliki keanekaragaman burung yang cukup tinggi. Struktur vegetasi sebagai salah satu komponen habitat merupakan faktor kunci yang dapat mempengaruhi keanekaragaman jenis burung pada tingkat lokal (Wiens, 1989). PT Jogja Magasa Iron (PT. JMI) akan membangun pabrik pig iron di Desa Karangwuni, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pembangunan pabrik akan menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan burung. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang keanekaragaman burung dan habitat burung pada lokasi rencana pembangunan Pabrik agar dapat tercipta pengelolaan lahan hijau yang baik untuk mendukung keberlangsungan hidup burung di waktu yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah: Mempelajari keanekaragaman jenis burung yang hidup di lokasi rencana pembangunan Pabrik Pig Iron; Mempelajari karakteristik habitat tempat burung tersebut bersarang; dan Mempelajari jenis makanan yang dapat di peroleh burung. Pengambilan data burung dilakukan dengan metode IPA (Indices Ponctuels d’Abudance) yang digunakan dengan metode jalur (line transek). Berdasarkan hasil penelitian, di lokasi rencana pembangunan Pabrik PIG IRON dijumpai 39 jenis burung dari 28 genera, 19 famili dan 9 ordo. Indeks keanekaragaman jenis burung di lokasi penelitian tergolong sedang yaitu sebesar 2,6. Indeks kemerataan jenis burung sebesar 0,7. Jenis burung walet sapi (Collocalia esculenta) paling mendominansi dengan indeks nilai penting sebesar 14,17 %. Hubungan antara keanekaragaman jenis tumbuhan dengan keanekaragaman jenis burung menunjukkan korelasi negatif. Pemanfaatan habitat pada lokasi rencana pembangunan Pabrik Pig Iron didominansi sebagai tempat mencari makan. Jenis insectivorous mendominansi kelompok tipe pakan burung sebesar 81,99 %.
Indonesia has a fairly high bird diversity. The structure of the vegetation as one of the components of habitat are key factors that can affect the diversity of species of birds at the local level (Wiens, 1989). PT Jogja Magasa Iron (PT. JMI) will build a pig iron plant in the village of Karangwuni, Kulon Progo, Yogyakarta. Plant construction activities will have negative impacts for bird life. Therefore, it is necessary to do research on the diversity of birds and bird shelter on the location of plant development plan in order to create good green land management to support the survival of the birds in the future. The purpose of this study are: Studying diversity of birds that live in locations Pig Iron Plant development plan; Study the characteristics of the habitats where the birds are nesting; and Studying the types of food that can be obtained birds. Bird data retrieval was conducted using IPA (Indices Ponctuels d'abudance) used by the method of lines (line transect). Based on the results of research, on-site factory construction plan PIG IRON found 39 bird species from 28 genera, 19 families and 9 orders. Index diversity of bird species in the study site was moderate in the amount of 2.6. Bird species evenness index of 0.7. Kind of swallow cow (Collocalia esculenta) is most commonly found with important value index by 14.17%. The relationship between the diversity of plant species diversity of bird species show a negative correlation. Utilization of habitat on the location of the planned construction of Pig Iron Plant in dominance as a place to find food. the type of bird feed in groups by type of insectivorous dominance by 81.99%.
Kata Kunci : Karangwuni, IPA method, diversity, habitat