Pengaruh Kebisingan Terhadap Morfometri Adrenal Dan Berat Badan Tikus Putih (Rattus norwegicus Berkenhout, 1769) Betina Galur Wistar
MUSTIKA WARDANI, Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si
2015 | Skripsi | S1 BIOLOGIKebisingan adalah bunyi yang mengganggu dan tidak dikehendaki yang merupakan salah satu stressor penyebab stres. Suatu individu yang memperoleh gangguan mencekam (stresor), salah satunya berupa paparan stesor kebisingan akan menstimulasi timbulnya mekanisme respon fisiologis kompleks sampai terjadinya perubahan perilaku. Respon tubuh dalam menanggapi stres melibatkan sistem saraf dan hormonal, kedua sistem tersebut mempengaruhi sistem kardiovaskular. Ketika stres, organisme tersebut membutuhkan energi yang lebih untuk dapat melakukan respon berupa fight atau flight. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh paparan kebisingan terhadap kadar kortisol, morfometri adrenal dan berat badan tikus putih (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) betina galur Wistar. Hewan uji yang digunakan berjumlah 48 ekor, yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yaitu perlakuan 1, 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Setiap perlakuan diikuti oleh kelompok kontol (sham). Perlakuan kebisingan diberikan menggunakan rat repeller dengan frekuensi 45.000 Hz (ultrasonik) dengan intensitas 120 dB selama 30 menit per hari. Sebelum penelitian dimulai, dilakukan pengambilan data baseline (kisaran nilai normal). Data yang telah diperoleh dibandingkan secara relatif antara kelompok kontrol dan perlakuan serta nilai baseline. Kemudian akan diuji dengan Independent-Samples T Test untuk mengetahui signifikansinya. Indeks adrenosomatik menunjukkan hampir semua kelompok perlakuan memiliki nilai lebih tinggi daripada kelompok kontrol, kecuali kelompok perlakuan 1 dan 21 hari. Persentase luas zona fasikulata pada kelompok perlakuan mengalami pertambahan luas pada perlakuan 1, 3 dan 14 hari. Pengukuran berat badan semua hewan uji mengalami peningkatan dengan pola yang sama. Berdasarkan uji statistik, hasil pengukuran yang signifikan ditunjukkan pada pengukuran indeks adrenosomatik dan persentase luas zona fasikulata perlakuan 28 hari. Dapat disimpulkan bahwa kebisingan meningkatkan indeks adrenosomatik dan luas zona fasikulata perlakuan 28 hari.
Noise is a unexpented sound or disturbing sound such as cause of stress.An individual who get affected by stressors dissorder such as noise disorder exposure might stimulate the complex physiological response mechanism to change of behaviour of an individual. Body response to stresses involves include nervous systems and hormonal, which both may affect cardiovascular system. When an organisms sustain stress more energy to do fight or flight response. This research conducted to show how noise exposure may affect to level cortisol, adrenal morphometry and body weight of a female white rat (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Wistar strain. 48 rats as subject tested for this research divided to 6 group, each will be treatment for 1, 3, 7, 14, 21, and 28 day. Each treatment followed by control group (sham). Noise treatment conducted with rat repeller at 45.000 Hz frequency (ultrasonic) with 120 dB intensity for 30 minutes per day. Before any treatment conducted there will be early sampling of subjects to collect baseline data/normal value. Data collected from this research control group and treatment group then compared relatively. Index adrenosomatic shows that treatment group have higher value than control group except for treatment group day 1 and 21. Percentage fasciculata zone of treatment group increase as shown by treatment group day 1, 3 and 14. Each subject shows increment in the term of body weight at a same rate. Acording to statistical test, significant result shown by index adrenosomatic and percentage fasciculate zone of treatment group day 28. This research conclude that noise indeed affect increment of index adrenosomatic and percentage fasciculate zone as shown by treatment group day 28.
Kata Kunci : stres kebisingan, ultrasonik, kortisol, adrenal, histologis