Laporkan Masalah

TINGKAT KECUKUPAN POTENSI PERMUDAAN TEGAKAN TINGGAL PASCA PEMANENAN DI PT. BALIKPAPAN WANA LESTARI KALIMANTAN TIMUR

GHANI PURNOMO, Wiyono, S.Hut., M.Si

2015 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mendorong pengelolaan hutan yang lestari yaitu pengelolaan hutan yang menyeimbangkan antara kepentingan produksi dan sosial. Sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (S-PHPL) di Indonesia merupakan salah satu standar pengelolaan hutan lestari yang di dalamnya memuat kriteria dan indikator. Salah satu indikator dari kriteria produksi adalah penerapan tahapan sistem silvikultur untuk menjamin regenerasi hutan. Salah satu verifier dari indikator tersebut ialah tingkat kecukupan potensi permudaan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecukupan potensi permudaan alam pasca pemanenan, selanjutnya digunakan sebagai indikator keberhasilan pengelolaan hutan secara lestari. Lokasi penelitian ini di kawasan hutan bekas tebangan PT. Balikpapan Wana Lestari Kalimantan Timur. Metode dalam pengambilan data potensi tegakan tinggal ini dengan menggunakan petak ukur lingkaran dinamis. Petak ukur tersebut berukuran 2 kali tinggi total pohon. Jumlah petak ukur dihasilkan dari perhitungan data Laporan Hasil Cruissing (LHC). Data yang diambil berupa jumlah tiang per hektar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil pengukuran di lapangan dengan standar Sertifikasi PHPL tingkat kecukupan potensi permudaan dinilai baik apabila jumlah tiang per hektar sebanyak =>100 batang, dinilai sedang apabila jumlah tiang per hektar sebanyak 75-99 batang dan dinilai buruk apabila jumlah tiang per hektar sebanyak <75 bantang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa tingkat potensi permudaan pasca pemanenan di PT. Balikpapan Wana Lestari adalah 144 batang/ha tingkat tiang. Jenis tanaman tingkat tiang didominasi meranti merah (Shorea leprosula Miq) sebanyak 36.84 individu/ha, kerusakan tiang sebanyak 16%. Dengan demikian tingkat kecukupan potensi permudaan sesuai standar Sertifikasi PHPL di PT. Balikpapan Wana Lestari bernilai baik.

The Government of Indonesia has committed to promote sustainable forest management is forest management that balance between production and social interests. Certification of Sustainable Forest Management (S-SFM) in Indonesia is one of the standards of sustainable forest management in which includes criteria and indicators. One indicator of production criteria are implementation stage silvicultural system to ensure forest regeneration. One such indicator is the verifier of sufficient levels of natural regeneration potential. The purpose of this study was to determine the adequacy of potential natural regeneration after harvesting, then used as an indicator of the success of sustainable forest management. The location of this research in forest areas logged PT. Wana Lestari Balikpapan in East Kalimantan. The method of data collection potential of remaining trees by using dynamic circle plots. The sample plots measuring 2 times the total height of the tree. Number of plots generated from the data calculation Cruising Result Report (LHC). Data taken the form of the number of poles per hectare. Analysis of the data used in this study was to compare the results of measurements in the field with SFM certification standards sufficient levels of regeneration potential is considered good when the number of poles per hectare as >=100 rod, rated moderate when the number of poles per hectare as much as 75-99 stems and rated worse if the number of pole per hectare of <75 rod. Based on the results of the study that the rate of post-harvesting regeneration potential in PT. Balikpapan Wana Lestari is 144 stems / ha rate of the pole. Types of plants poles predominantly meranti merah (Shorea leprosula Miq) as much as 36.84 individuals / ha, pole damage as much as 16%. Thus the level of adequacy in accordance regeneration potential SFM certification standard in PT. Balikpapan Wana Lestari well worth it.

Kata Kunci : potensi permudaan, pasca pemanenan, sertifikasi, PHPL

  1. D3-2015-327978-abstract.pdf  
  2. D3-2015-327978-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-327978-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-327978-title.pdf