prevalensi dan faktor yang mempengaruhi RBT positif pada sapi potong di Jawa Tengah Tahun 2015
DIAH RATNA SARI, drh. Guntari Titik Mulyani, MP
2015 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANBrucelosis merupakan penyakit zoonotik utama di seluruh dunia, disebabkan oleh bakteri genus Brucella. Penyakit ini menyebabkan penurunan produksi pada sapi yang menimbulkan banyak kerugian untuk peternak. Brucella dapat menyebabkan abortus pada masa kebuntingan mulai dari 5-8 bulan,. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian brucelosis dan Tahun 2014 di Jawa Tengah. Sampel dari ternak sapi potong di Jawa Tengah ditentukan dengan metode random sampling. Sapi potong sebanyak 931 ekor diambil darahnya 10 ml melalui vena jugularis dengan menggunakan venoject. Serum dipisahkan, dan dilakukan uji Rose Bengal Test (RBT) yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B Provinsi Jawa Tengah. Uji ini dikatakan positif apabila terjadi aglutinasi antara antibodi dalam sampel serum dengan antigen Brucella. Kuisioner digunakan untuk menganalisis faktor ternak yang dapat berpengaruh terhadap kejadian Brucelosis. Hasil dari uji RBT menunjukkan bahwa 11 dari 916 (1,2%) sampel serum sapi potong positif Brucella. Hasil analisis faktor risiko menunjukkan bahwa ada tiga variabel yang memiliki asosiasi terhadap kejadian Brucelosis. Faktor tersebut adalah umur sapi (P=0,054), sapi yang digembalakan (P= 0,048), dan sapi yang digembalakan bersama sapi lainnya (P=0,048). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi kejadian brucelosis di Jawa Tengah sebanyak 1,2%. Faktor yang memiliki asosiasi dengan kejadian Brucelosis adalah umur sapi, faktor sapi yang digembalakan, dan faktor sapi yang digembalakan bersama sapi lainnya. Sapi yang digembalakan bersama milik orang lain memiliki resiko terserang brucelosis 4,24 dibanding yang tidak digembalakan. Sapi dewasa berisiko 5,94 kali dibandingkan sapi muda
Brucellosis is a major zoonotic disease in the worldwide, caused by Brucella bacteria. This disease causes a decrease production in cows that caused many losses to farmers. Brucella abortus can cause during pregnancy 5-8 months . This study was conducted to determine the prevalence and risk factors affecting RBT positive in beef cattle livestock in Central Java 2014. Samples from cattle in Central Java is determined by random sampling. Samples from 931 beef cattles were examined clinically and 10 ml of blood samples were taken from the jugular vein using venoject. Serum ware separated, and were reacted by test against brucellosis using the Rose Bengal Test (RBT). The RBT were performed at the Animal Health Laboratory Type B Central Java Province. The result of testing will be positive if agglutination occurs between the antibodies in a serum sample and Brucella antigen. Results of RBT test showed that 11 of 916 (1.2%) serum samples were positive Brucella. The result of research showed that there are three variables that have an association with Bovine Brucelosis. These factors are the age of cows (P = 0.054), cattle grazing (P = 0.048), and cattle grazing alongside other cows (P = 0.048). From this study it can be concluded that the prevalence of brucelosis in Central Java as much as 1.2%. Factors that have an association with the occurrence Brucelosis are age of cows, cattle grazing factors, and factors cows grazing alongside other cow. Grazing cows had a chance 4,24 times higher than not grazed in the incidence of bovine brucellosis.. Adult cows had a chance 5,94 times higher than the calf in the incidence of bovine brucellosis.
Kata Kunci : Kata kunci : Brucelosis, Brucella, sapi potong, faktor.