Laporkan Masalah

Fitoremediasi limbah cair penambangan emas dengan Salvinia sp.

FARIS SAMHAN, Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho

2015 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Kegiatan pengolahan emas di daerah Sangon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghasilkan limbah cair mengandung merkuri. Limbah tersebut ditampung dan dibuang di sekitar tempat tambang yang menyebabkan pencemaran. Tumbuhan air Salvinia sp. telah digunakan dalam fitoremediasi logam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fitoremediasi limbah cair pengolahan emas dengan Salvinia dan mempelajari konsentrasi merkuri yang terkandung di dalam air, serta akumulasinya dalam akar dan daun. Dalam penelitian ini, Salvinia ditumbuhkan dalam 18 bejana plastik berisi air dengan coverage pada permukaan air sebesar 50%. Bejana tersebut dibagi menjadi 6 kelompok, dan diberikan perlakuan limbah cair dengan konsentrasi 0, 10, 25, 50, 75, dan 100%. Pengambilan sampel berupa air, akar, dan daun dilakukan pada hari ke 0, 1, 3, 5, dan 7. Selanjutnya, pada hari ke10 dan 20, tumbuhan yang tersisa dipindah ke dalam tempat berisi air tanpa limbah. Sampel didestruksi dan kandungan merkuri dibaca dengan Mercury Analyzer. Konsentrasi merkuri di dalam air mengalami penurunan. Hasil analisis laju penurunan konsentrasi merkuri dalam terbesar berada pada konsentrasi limbah 100%, yaitu dari konsentrasi 6,7 µg/l menjadi 3,0 µg/l. Terjadi peningkatan merkuri di dalam akar, walaupun tidak terjadi secara signifikan (P>0.05). Hal yang sama juga terjadi pada daun. Pada perlakuan hari ke-10, merkuri di dalam air mengalami kenaikan, sedangkan pada akar dan daun Salvinia mengalami penurunan. Akar dan daun mempunyai batas toleransi dalam mengikat merkuri di dalam organ. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tumbuhan air Salvinia dapat menyerap merkuri dari dalam limbah cair penambangan emas. Akumulasi merkuri tertinggi pada akar.

Gold processing activities in the area Sangon, Kulon Progo, Yogyakarta (DIY) produce liquid waste containing mercury. The waste is collected and disposed of in nearby mines which cause pollution. Salvinia sp. has been used in metal phytoremediation. This research aims to study the liquid waste processing phytoremediation gold with Salvinia and study contained mercury concentrations in the water, and accumulation in roots and leaves. Salvinia grown in 18 beckets and divided into 6 groups, and given the treatment of wastewater with concentrations of 0, 10, 25, 50, 75, and 100%. Sampling is water, roots, and leaves done on days 0, 1, 3, 5, and 7. Further, on the 10th and 20th, the remaining plants moved into the water without waste. Samples didestruksi and mercury content is read by the Mercury Analyzer. The concentration of mercury in the water decreased. The largest concentration of mercury in the effluent concentration of 100%, from a concentration of 6.7 µg/l to 3.0 µg/l. There was an increase of mercury in roots, although not occurred significantly (P> 0.05). The same thing happened on the leaves. On the 10th day of treatment, the mercury in the water has increased, while the roots and leaves of Salvinia decreased. Roots and leaves have a tolerance limit of the binding of mercury in the organs. From the research that has been done can be concluded that the water plant Salvinia sp. can absorb mercury from gold mining in the wastewater. The highest mercury accumulation is in roots.

Kata Kunci : Limbah, tambang rakyat, merkuri, Salvinia

  1. S1-2015-285131-abstract.pdf  
  2. S1-2015-285131-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-285131-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-285131-title.pdf