Laporkan Masalah

EVALUASI KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN MAGELANG

LATIFA ANGGRAENI, Latri Wihastuti, SE, M.Sc

2015 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN SV

Peningkatan jumlah penduduk dibarengi dengan peningkatan volume sampah. Peningkatan volume sampah tentunya akan mendesak pemerintah Kabupaten Magelang untuk mengelola masalah persampahan secara maksimal. Jumlah penduduk Kabupaten Magelang 10 kali lipat dibandingakan dengan penduduk Kota Magelang. Keterbatasan pengelolaan persampahan di Kabupaten Magelang, yang menjadikan alasan mengapa Kabupaten Magelang dijadikan sampel. Salah satu tahap pengelolaan sampah yaitu pengumpulan. Fasilitas yang dibutuhkan berupa pengadaan kontainer sampah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Magelang dalam pelaksanaan pengadaan alat persampahan khusunya kontainer sampah. Kebijakan ini dilakukan karena Kabupaten Magelang memiliki keterbatasan anggaran dan unit kontainer. Sehingga memerlukan kebijakan yang tepat untuk menanganinya. Alat analisis yang digunakan yaitu deskriptif melalui wawancara. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang Pertama, peningkatan pencapaian kinerja sasaran strategi. Kedua, membetuk MOP. Ketiga, mempertimbangkan titik lokasi peletakan kontainer. Keempat, memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Increasing population coupled with an increase in the volume of waste. An increase in the volume of waste would certainly urge the government of Magelang district to manage the problem of waste optimally. Total population 10-fold Magelang district is compared with the population of the town of Magelang. Limitations of waste management in Magelang, which makes the reason why Magelang District sampled. One of the stages of waste management, namely the collection. Facilities required in the form of procurement waste container. The purpose of this study is to analyze the policy conducted Magelang District Government in the implementation of the procurement of waste especially waste container. This is done because the policy Magelang district has limited budget and the container unit. So that it requires appropriate policies to address them. The analytical tool used is descriptive through interviews. These results indicate that the policy pursued by the Government of Magelang regency First, the use of direct procurement method. Secondly, Markowitz MOP. Third, consider the location of the point of laying container. Fourth, provide socialization to the community.

Kata Kunci : pertumbuhan penduduk, volume sampah, kebutuhan prasaran persampahan, kebijakan pelaksanaan, kebijakan pemerintah

  1. D3-2015-337762-abstract.pdf  
  2. D3-2015-337762-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-337762-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-337762-title.pdf