Relasi Ilmu dan Kapital dalam Pemikiran Pierre Bourdieu dan Relevansinya Terhadap Strategi Pengembangan Ilmu di Indonesia
MOCH. NAJIB YULIANTORO, Dr. Misnal Munir
2015 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatKapital menempati posisi sangat penting dalam pengembangan reproduksi ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri secara genealogis pergeseran relasi ilmu dan kapital berdasarkan pemikiran Pierre Bourdieu, melakukan kontekstualisasi perdebatan ilmu dan kapital dalam perkembangan diskursif filsafat politik ilmu, dan menemukan relevansi pemikiran Bourdieu dalam strategi pengembangan ilmu di Indonesia. Penelitian ditempuh melalui studi pustaka dengan menelaah karya-karya akademik tentang relasi ilmu dan kapital dan pemikiran Pierre Bourdieu. Secara ringkas, jalan penelitian ditempuh melalui empat tahap: inventarisasi data penelitian, klasifikasi data penelitian menjadi data primer dan sekunder, analisis dan evaluasi kritis. Analisis hasil penelitian dikerjakan melalui empat metode: deskripsi, koherensi internal, kesinambungan historis, holistika dan interpretasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, secara genealogis, relasi ilmu dan kapital terlacak dalam perjumpaannya dengan setidaknya empat bentuk kepentingan, yakni mitos, politik negara, kolonialisme, dan kapitalisme. Kedua, dalam pemikiran Bourdieu, ilmu dapat dianggap sebagai modal budaya dan kapital dapat dianggap modal ekonomi. Praktik dominasi, reproduksi, dan kekuasaan dalam ilmu dan kapital berada pada tiga arena, yakni arena ilmiah, arena ekonomi, dan arena politik. Ketiga, berdasarkan kenyataan bahwa pengembangan ilmu di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari praktik-praktik sosial dan politik, terinspirasi dari Bourdieu, strategi pengembangan ilmu perlu ditempuh dengan setidaknya tiga jalan: reposisi orientasi pengembangan ilmu, menyediakan situasi yang kondusif dalam arena ilmiah, ekonomi, dan politik, serta mengondisikan keberpihakan ilmuwan agar senantiasa bertitik tolak pada sikap emansipatoris dengan merealisasikan cita-cita etis theoria, dan membebaskan diri dari kebodohan dan praktik-praktik dominasi.
Capital plays crusial role in the process of development of science. The aim of this research are to genealogically elucidate the relation of science and capital based on Pierre Bourdieu's thinking, to explore how science and capital relate in the discursive of philosophy of science, and to reveal the relevance of Bourdieu's thinking in the strategy of development of science in Indonesia. This literature research examines academic works of relation of science and capital and thought of Pierre Bourdieu. In short, the data are taken thought four stages: inventory, classification into primary and secondary data, analysis, and critical evaluation. Then, analysis of data through by four methods: description, internal coherence, historical, holistics and interpretation as well. The research findings are as follows. First, genealogically, there are four shifts of science and capital in relation to the practices of interest, namely the interest of myth, political in the state, colonialism and capitalism. Second, in Bourdieu perspective, science can be analyzed as cultural capital and capital can be considered as economic capital. Practice of domination, reproduction and power in science and capital are at three fields, namely scientific, economics, and political field. Third, related to the fact that the development of science in Indonesia can not be separated from social practices and political context, inspired by Bourdieu, strategy of development of science in Indonesia should be conditioned to at least three ways; repositioning the orientation of development of science, providing the condusive arena in science, economics and politics, and making sure that emancipatory scientists consistently stand for realizing the collective virtue (theoria) and liberating themselves from practices of domination.
Kata Kunci : ilmu, kapital, strukturalisme genetik