ITERASI MENGGUNAKAN LAHARZ UNTUK PENENTUAN PARAMETER PLANNIMETRIC AREA DAN CROSS SECTION AREA DALAM PERMODELAN LONGSORAN GUNUNG MERAPI PURBA
STEFANUS TEGAR AJI P, Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs
2015 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFROMASI GEOGRAFI SVLongsoran material akibat erupsi merupakan salah satu bencana yang terjadi akibat kondisi alam, penelitian ini bereferensi terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh instansi BPPTKG terkait adanya longsoran material berjarak 35 Km ke arah Barat Daya dari Puncak Gunung Merapi memberi petunjuk pada keadaan longsoran raksasa purba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah dampak longsoran Merapi purba dengan menggunakan data DEM dan di analisis menggunakan data spasial, menggunakan aplikasi LaharZ sebagai proses iterasi cross section dan planimetric area untuk longsoran Merapi purba, dan mengetahui volume dengan permodelan longsoran merapi purba menggunakan LaharZ Permodelan mengunakan LaharZ mampu secara cepat untuk mengevaluasi dampak dari topografi tiga dimensi dengan pola genangan material longsoran. LaharZ menggunakan data DEM sebagai input untuk mengidentifikasi arah aliran, akumulasi aliran, dan deliniasi aliran. Metode yang digunakan dalam LaharZ adalah create surface hydrology grids, create a proximal - hazard zone boundary, dan inputing volume Hasil dari penelitian ini menggunakan nilai cross section area sebesar 0,05 V2/3 dan planimetric area sebesar 200 V2/3, skenario volume yang digunakan dalam permodelan ini adalah 120 Juta m3, 130 Juta m3, 140 Juta m3, 150 Juta m3. Wilayah yang terdampak berdasarkan permodelan longsoran Merapi purba meliputi Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman.
Avalanche of material due to the eruption is one of the disasters that occur because of natural conditions, this study referenced to the investigation conducted by the agency related to the avalanche material BPPTKG, within 35 km to the south-west of Mount Merapi summit give clues on the state of the ancient giant avalanche. This purpose of this study is to determine the impact of avalanches ancient Merapi region using DEM data and analyzed using spatial data, using application LaharZ as the iteration process and planimetric cross section area for avalanche of mount ancient Merapi, determine the volume of the avalanche modeling mount ancient Merapi using LaharZ Modeling using LaharZ able quickly to evaluate the impact of three-dimensional topographical with inundation pattern of avalanche material. LaharZ using DEM data as input to identify the flow direction, flow accumulation, and stream delineation. The method used in LaharZ is create surface hydrology grids, create a proximal - hazard zone boundary, and inputing volume. Results from this study use the value of the cross section area of 0.05 V2/3 and planimetric area of 200 V2/3, there is four scenario used in the modeling volume, 120 million m3, 130 million m3, 140 million m3, 150 million m3. Areas affected by avalanches modeling ancient Merapi is Magelang district and Sleman district.
Kata Kunci : LaharZ, Longsoran, Permodelan, Merapi Purba