Laporkan Masalah

Hubungan Tebal Hujan Dengan Intersepsi Tajuk pada Tegakan Campur dan Tegakan Jati di MDM Watugede

AZHAR WICAKSANA, Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc

2015 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

MDM Watugede merupakan suatu wilayah yang berada di Kecamatan Gedangsari dan Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Tutupan lahan yang bervegetasi di dominasi oleh tegakan campur dan tegakan jati. Sebagian besar masyarakat di MDM Watugede menanam pohon jati di lahan tegalan mereka karena kayu jati memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sedangkan pada tegakan campur memiliki vegetasi penyusun yang tumbuh secara alami. Tegakan campur sebagian besar berada pada topografi yang curam dimana masyarakat tidak melakukan pengolahan lahan secara intensif karena lebih sulit untuk dijangkau oleh masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai intersepsi pada tegakan jati dan tegakan campur di MDM Watugede. Penelitian ini dilakukan pada dua lokasi yaitu di tegakan campur dan tegakan jati yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2015. Penunjukan sampel pohon dengan cara purposive sampling dan nilai intersepsi didapatkan menggunakan pendekatan neraca volume (volume balance approach) yaitu pengurangan tebal hujan dengan aliran tembus dengan aliran batang. Data tebal hujan, aliran tembus dan aliran batang didapat dari pengukuran langsung di lapangan. Untuk memperoleh hubungan tebal hujan dengan intersepsi tajuk dilakukan analisis menggunakan Microsoft Exell. Dari penelitiaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa intersepsi tajuk pada tegakan campur kerapatan ringan sebesar 25,18% dari total hujan dan intersepsi pada tegakan campur kerapatan rapat lebih besar yaitu 30,15% dari total hujan sehingga rata-rata intersepsi di tegakan campur sebesar 27,7%. Sedangkan pada tegakan jati kerapatan ringan diketahui intersepsi tajuk sebesar 31,51% dari total hujan dan intersepsi pada tegakan jati kerapatan rapat diketahui nilai intersepsi sebesar 47,34% dari total hujan. Hubungan antara tebal hujan dengan intersepsi tajuk adalah berbanding lurus dengan persamaan yang dihasilkan sebagai berikut: pada tegakan campur Y=0,327X0,41 dengan nilai R2 sebesar 80,0% dan pada tegakan jati Y = 0,265X1,103 dengan nilai R2 sebesar 91,2% sehingga rata-rata intersepsi di tegakan jati sebesar 39,43%.

MDM Watugede is an area that located on Gedangsari and Nglipar sub-district, Gunungkidul, special region of Yogyakarta. Land cover on this place dominated by mix standing and teak standing. Most of people in MDM Watugede planted teak trees in yard field because teak trees have such a high market value that can benefit their economy. Meanwhile on mix standing has composed vegetation that grows naturally. Most of mix standing grows on precipitous topography which person does not organize the terrain intensely because it is more difficult for the people to reach the terrain. This research has a purpose to find out the value of interception on Teak standing and mix standing in MDM Watugede. This research conducted on two locations, first in mix standing and second in teak standing on February until March 2015. The tree sample is collected by using purposive sampling and the value of interception obtained by using volume balance approach, which is decreasing thick of rain with throughfall and stemflow. The thick rain, throughfall and stemflow data collected by direct measurement from field. The correlation between thick rain and canopy interception analyzed by Microsoft excel. From the research that has been done show that the canopy intercept on the mix stands has light density 25,18% of total rainfall and interception on the mix stands are bigger with the amount density 30,15% of total rainfall so that the average of the intercept in the mix stands is 27,7%. While in teak standing the light density of known interception is 31,51 % of the total rain and interception on teak standing the value of canopy interception density is 47,34 % of the rain. The relationship between thick rain and canopy interception is directly proportional with the equation produced as follows: on mix standing Y= 0,327x0,41 with the value of R2 80,0 % and in teak standing Y= 0,265X1,103 with the value of R2 91,2 % so that the average interception in the teak standing is 39,43 %.

Kata Kunci : Tegakan campur, tegakan jati, intersepsi

  1. D3-2015-337002-abstract.pdf  
  2. D3-2015-337002-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-337002-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-337002-title.pdf