Laporkan Masalah

PROCESS OF GRANTS FOR CULTURAL FACILITIES IN CULTURAL OFFICE OF YOGYAKARTA PROVINCE

SELLY NUR UTAMI, Drs. Winarto

2015 | Tugas Akhir | D3 BAHASA INGGRIS SV

Tugas akhir ini membahas tentang hibah barang di Dinas Kebudayaan DIY yang fokus pada proses pemberiannya kepada masyarakat. Selain itu penulis juga membahas tentang sumber dana, syarat-syarat, dan masalah yang sering dialami Dinas Kebudayaan DIY dalam prosesnya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi langsung, wawancara, dan studi perpustakaan. Observasi langsung dilakukan dengan magang di Dinas Kebudayaan Provinsi DIY selama 3 bulan. Wawancara dilakukan kepada staff yang mengurusi pemberian hibah, bagian program dan informasi Dinas Kebudayaan DIY, dan penerima hibah tahun 2014. Sementara itu, studi perpustakaan dilakukan untuk mencari informasi pendukung melalui buku dan internet. Pemberian hibah berupa barang untuk komunitas budaya di Yogyakarta memiliki proses yang panjang dan syarat-syarat yang haris dipenuhi. Hibah yang diberikan juga terbatas, jadi tidak semua komunitas budaya yang memasukkan proposal ke dinas bisa mendapatkan hibah barang dari Dinas Kebudayaan DIY.

This graduating paper explains about grants for cultural facilities in Cultural Office of Yogyakarta Province which focuses on the process of giving grants to cultural communities in Yogyakarta. Furthermore, the writer also explains budget resources, requirements, and the problems that Cultural Office of Yogyakarta Province face during the process. The methods used to collect the data were direct observation, interview, and library research. Direct observation was conducted by doing an internship in Cultural Office of Yogyakarta Province for three months. Interviews were conducted with Cultural Office of Yogyakarta Province staffs and recipients of grants for cultural facilities in 2014. Meanwhile, library research was done to collect supporting information through books and internet. Giving grant for cultural facilities to cultural communities in Yogyakarta has a long process and a lot of requirements. There are limited numbers of grants, so not all cultural communities that submit proposals to Cultural Office of Yogyakarta Province can be granted.

Kata Kunci : Grant, Cultural Office of Yogyakarta Province, preserve culture, cultural community.

  1. D3-2015-338069-abstract.pdf  
  2. D3-2015-338069-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-338069-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-338069-title.pdf