Laporkan Masalah

PENGARUH BAHAN MEDIA SIMPAN TERHADAP KUALITAS BIBIT TIGA KLON TEBU (Saccharum officinarum L.) MATA TUNAS TUNGGAL

EPRAIM T.K. SITEPU, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Djoko Prayitno, M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMAN

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional adalah perbaikan teknik budidaya tebu. Saat ini sudah dikembangkan bahan tanam tebu yang lebih baik daripada bahan tanam yang selama ini digunakan, yaitu bahan tanam tebu mata tunas tungga. Bibit tebu mata tunas tunggal memiliki umur simpan yang relatif pendek. Apabila tanpa perlakuan, daya kecambah mata tunas tunggal sudah menurun pada umur simpan 2 hari. Oleh karena itu, dibutuhkan metode penyimpanan yang tepat untuk memperpanjang umur simpan, sehingga kualitasnya masih baik saat akan ditanam di lahan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan media simpan dan bahan klon tebu terbaik untuk mempertahankan kualitas bibit tebu mata tunas tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perlakuan faktorial 3 × 3 dalam rancangan lingkungan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah media simpan yang terdiri dari media simpan arang kayu, serbuk gergaji, dan sekam padi. Faktor kedua adalah klon tebu yang terdiri dari klon Bululawang, klon Kidang Kencana, dan klon VMC. Pengamatan dilakukan pada umur simpan 0, 4, 8, 12, dan 16 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media simpan dan klon yang digunakan pada jumlah bibit yang berjamur selama penyimpanan, jumlah bibit yang mati selama penyimpanan, gaya berkecambah (GB), dan indeks vigor (IV) bibit mata tunas tebu, sedangkan pada variabel pengamatan lainya perlakuan media simpan dan klon tebu tidak memberikan pengaruh yang nyata. Media simpan arang kayu mampu menyimpan mata tunas tunggal terbaik yakni sampai dengan umur simpan 12 hari. Klon Kidang Kencana memiki kualitas bibit yang baik sampai dengan umur simpan 12 hari pada media simpan arang kayu.

One method to fulfil the national sugar demand is the enhancement of sugarcane cultivation technique. Nowadays, better planting material of sugarcane has been developed which called bud chip, however bud chip has relatively short storage longevity. Its seed germination decreases after 2 days of storage without any treatment. Therefore, appropriate storage method is needed to lengthen bud chip’s storage longevity, so the quality can be maintained on the plantation. This research was aimed to find out the best storage media and sugarcane clone to maintain bud chip quality. There was 3 x 3 factorials treatment design which arranged in completely randomized design (CRD). The first factor was storage media which consisted of wood charcoal, sawdust, and rice husk, whereas the second factor was sugarcane clone. The sugarcane clones consisted of Bululawang, Kidang Kencana, and VMC clone. Observations were done at 0, 4, 8, 12, and 16 day after storage. The results showed that the interaction between clone and storage media gives real effects on moldy bud chip, dead bud chip, seed germination, and bud chip’s vigor index. There was no real interaction effect on the other variables.. Wood charcoal was the best storage media to keep bud chip survive until 12 days after storage. The bud chip Kidang Kencana could be maintained till 12 day after storage in wood charcoal storage media.

Kata Kunci : Klon, tebu, media simpan

  1. S1-2015-299999-abstract.pdf  
  2. S1-2015-299999-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-299999-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-299999-title.pdf