ANALISIS BIAYA DAN OUTCOME TERAPI PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
DYATMIKA ISTI R, Dra. Tri Murti Andayani, Sp. FRS., Ph.D., Apt.
2015 | Skripsi | S1 FARMASIDiabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi. Pengendalian biaya dan mutu pengobatan menjadi salah satu tugas apoteker. Melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) peran apoteker sangat penting yaitu dalam upaya menekan biaya pengobatan dan memberi pengobatan yang terbaik sehingga dihasilkan outcome terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan outcome terapi pada pasien diabetes melitus. Penelitian bersifat deskriptif non-eksperimental dan dilakukan pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi selama periode Januari-Agustus 2014. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mencatat daftar obat dan hasil laboratorium pasien dalam rekam medis serta data pembiayaan selama pasien menjalani rawat inap. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney untuk menganalisis perbedaan biaya maupun outcome terapi antara pasien JKN dan pasien umum. Hasil penelitian didapatkan total biaya untuk pasien umum sebesar Rp. 9.515.041,67 lebih tinggi dibanding pasien JKN sebesar Rp. 5.233.966,89. Terdapat perbedaan yang bermakna antara pasien JKN dan umum untuk biaya obat pada kelas perawatan 2 (p=0,001) dan kelas 3 (p=0,004). Outcome terapi berupa lenght of stay pasien didapatkan pasien JKN 56,76% menjalani rawat inap selama <hari sedangkan pasien umum 58,33% menjalani rawat inap selama �6hari. Nilai penurunan nilai GDS dan ketercapaian target GDS antar pasien JKN dan umum tidak menunjukkan hasil yang berbeda signifikan.
Diabetes mellitus (DM) is a degenerative disease requires high treatment costs. Cost and quality control of therapy are the examples of pharmacist tasks. Pharmacists have very important roles in Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) that give an effort to reduce the treatment costs and to give the best treatment to produce optimal outcomes. This study aims to determine the costs and outcomes of therapy in patients with diabetes mellitus. This research was descriptive non-experimental study on hospitalized patients with type 2 diabetes mellitus in Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta who meet the inclusion and exclusion criteria during the period from January to August 2014. Data was collected retrospectively by recording drug medications list and lab results in the patient's medical record and also therapeutical costs for hospitalized patients. Data were analyzed by descriptive and statistical analysis using Mann-Whitney test to know differences in costs and outcomes between JKN patients and general patients. The result showed total cost for general patients was Rp. 9,515,041.67 higher than patients JKN Rp. 5,233,966.89. There is a significant difference between the JKN patients and general patients for drug costs in class 2 (p = 0.001) and class 3 (p = 0.004). Outcome of therapy known from length of stay of patients, obtained 56.76% of JKN patients hospitalized for <6 days and 58.33% general patients hospitalized for �6 days. Decreasing of GDS value and achievement of GDS targets among JKN and general patients showed insignificant differences.
Kata Kunci : Kata kunci : Diabetes melitus, Analisis biaya, Outcome terapi, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)