Laporkan Masalah

PENGARUH ANOMALI IKLIM TERHADAP PRODUKSI DAN EKSPOR CPO INDONESIA

ANDRI AKBAR NST, Dr. Ir. Any SUryantini, M.M. ; Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc

2015 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Anomali iklim El Nino merupakan salah satu gejala perubahan iklim yang dapat diukur dengan indeks osilasi selatan. Kejadian El Nino memiliki kecenderungan menurunkan curah hujan yang kemudian memberi pengaruh kecenderungan penurunan produksi minyak kelapa sawit Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tren dan analisis simultan jangka panjang dengan model kointegrasi dan analisis simultan jangka pendek dengan model Error Correction Model (ECM). Penelitian dilakukan dengan menggunakan data deret waktu enam bulanan tahun 2003 – 2013. Hasil analisis menunjukkan produksi dan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia memiliki tren positif dan mengalami peningkatan setiap tahun masing-masing sebesar 1,686 juta ton dan 1,301 juta ton. Hasil analisis model simultan menunjukkan bahwa kejadian El Nino tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi dan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Dalam jangka panjang faktor yang berpengaruh positif terhadap produksi CPO Indonesia adalah harga CPO domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan harga CPO dunia, sementara itu harga minyak kedelai berpengaruh negatif terhadap produksi CPO. Dalam jangka pendek harga CPO dunia dan nilai tukar berpengaruh positif terhadap produksi CPO, sementara itu harga minyak kedelai berpengaruh negatif terhadap produksi, dengan kecepatan koreksi sebesar 133% setiap periode. Produksi CPO berpengaruh positif terhadap ekspor CPO dalam jangka panjang, akan tetapi model jangka pendek menunjukkan produksi tidak memiliki pengaruh terhadap ekspor CPO, kecepatan koreksi model jangka pendek sebesar 81,1%.

The El Nino climate anomaly is a part of global warming phenomenon that can be measured with Southern Oscillation Index (SOI). The El Nino event has a tendency to decrease the rainfall which then gives the effect of the downward trend in Indonesian crude palm oil production. The analytical methods used in this study are analysis of trends, long-term simultaneous analysis with cointegration models and short-term simultaneous analysis with Error Correction Model (ECM). The study was conducted by using a six-monthly time series data of 2003-2013. The analysis shows the production and export of Indonesian crude palm oil have a positive trend and have increased every year, each for 1.686 million tons and 1.301 million tons. Results of the analysis shows that the El Nino events of simultaneous model does not significantly influence the production and export of Indonesian palm oil both in the long term and short term. In the long term, the factors that have positive effect on Indonesian crude palm oil production are domestic CPO price, Rupiah exchange rate against U.S Dollar, and international CPO price, meanwhile the soybean oil price has negative effect towards Indonesian crude palm oil production. In short term, international CPO price and Rupiah exchange rate against U.S Dollar have positive effect toward Indonesian crude palm oil production, while soybean oil price has a negative effect on Indonesian crude palm oil production with 133% speed of adjustment value every period. Crude palm oil production has a positive effect on Indonesian crude palm oil export in a long term, but short term model indicates that crude palm oil production has no effect toward Indonesian crude palm oil export, with 81.1% speed of adjustment value every period.

Kata Kunci : El Nino, produksi, ekspor, minyak kelapa sawit

  1. S1-2015-318026-abstract.pdf  
  2. S1-2015-318026-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-318026-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-318026-title.pdf